Gubernur Yasin Limpo Protes Beras Impor Masuk Sulsel

MAKASSAR–MICOM: Kebijakan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu terkait izin impor beras 1,5 juta ton diprotes Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, karena dari jumlah tersebut akan masuk ke Sulsel 25 ribu ton.

Akibatnya, Syahrul menyatakan ketidakpercayaannya kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam  menyelesaikan persoalan pangan di Indonesia, khususnya di Sulsel. Karena itu, pemerintah daerah harus terus memacu produksi beras.

“Saya tidak percaya Bulog bisa menyelesaikan persoalan pangan. Pemerintah provinsi dan daerah, karenanya memang harus turun tangan langsung dalam hal menggenjot produksi pangan,” terangnya.

Pada 2010, Sulsel surplus beras hingga dua juta ton. Bahkan, Sulsel mampu mendukung persediaan pangan nasional dengan memasok beras untuk Kawasan Timur Indonesia KTI), seperti Kalimantan, Ambon, Papua, dan sejumlah daerah lainnya.

“Kita di sini beras berlimpah, surplus dua juta ton. Kenapa harus kebagian beras impor. Itu bisa merusak harga beras petani,” jelasnya.

Menurutnya, jika alasan Bulog Sulsel menerima impor beras, karena ketersediaan beras yang mulai menipis, merupakan akibat dari Bulog sendiri yang terlalu pilih-pilih dalam membeli beras petani. Padahal, pedagang-pedagang dari luar Sulsel, berlomba-lomba untuk membeli beras petani Sulsel.

“Kenapa bukan beras petani saja yang dibeli Bulog. Kenapa harus terima jatah impor. Kalau persediaan beras tidak ada baru pusing, sebelumnya tidak mau beli,” terangnya.

Sementara itu,  Kepala Devisi Regional Perum Bulog Divre Sulsel Rito Angky Pratomop mengatakan, kebijakan impor beras itu untuk memperkuat stok beras Bulog agar selalu dalam keadaan aman. “Itu sudah kebijakan dari pusat. Tujuannya untuk menjaga stok beras Bulog,” ujarnya.

Angky menyebutkan, saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog Divre Sulsel sekitar 44.969 ton. Jumlah itu hanya cukup untuk konsumsi sampai dengan April 2011, dengan asumsi konsumsi masyarakat per bulan sekira 8.200 ton.”Dengan persediaan beras yang ada, hanya cukup untuk April mendatang,” terangnya.

Rencananya, beras impor berasal dari Thailand dan Vietnam. Pemerintah membeli di kisaran harga US$ 450-480 per ton. Namun, Angky menjamin, masuknya beras impor itu tidak akan merusak harga beras petani.(OL-12)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s