Mahasiswa Peringati HUT Lingga dengan Diskusi

LINGGA – Himpunan Mahasiswa Kecamatan Lingga (HMKL) di Pekan Baru memperingati HUT Kabupaten Lingga ketujuh dengan menggelar diskusi di Sekretariat HMKL-Pekanbaru Jl. Merak Sakti Blok D6, Tandjak 7, Kamis 6 Januari 2011. Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa perwakilan dari semua kecamatan yang ada di Kabupaten Lingga.

Ketua HMKL Pekanbaru Parizal Hamdani mengatakan, pihaknya sengaja mengisi peringatan HUT Lingga dengan diskusi dalam rangka menghimpun pemikiran dari teman-teman mahasiswa untuk perubahan Lingga.

“Dalam forum ini, kita mengajak para mahasiswa Lingga turut merumuskan pemikiran bagaimana  mendorong kemajuan Negeri Bunda Tanah Melayu ini,” ungkap Parizal, Senin (10/01) kemarin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Forum Diskusi Mahasiswa Lingga Pekanbaru, Yudi Saputra menyatakan, antusias teman-teman mengikuti diskusi tinggi. Mereka melempar pemikiran tentang berbagai masalah yang membelit Lingga dan mendorong potensi Lingga sehingga bisa bermanfaat untuk kepentingan daerah.

Misalnya untuk pariwisata, forum ini membahas tentang kurangnya optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pariwisata. Ini katanya, karena minimnya infrastruktur, mahalnya transportasi, makan, dan penginapan serta minimnya promosi pariwisata di luar daerah.

“Kita ketika itu merumuskan dan menawarkan solusi agar pariwisata Lingga maju antara lain dengan mendorong program studi tour wisatawan, menampilkan (mengundang) sanggar–sanggar wilayah lain dalam acara RSBM (Rampai Seni Budaya Melayu), penjualan souvenir khas Kabupaten Lingga, pendirian hotel dengan ciri khas Melayu, menggalakkan promosi pariwisata ingga ke luar (dari mulut ke mulut, media internet seperti facebook dan jejaring social lainnya, dan bisa juga dengan membuatkan website tentang Lingga),” katanya.

Disamping itu tambahnya, perlu sosialisasi ke masyarakat tentang pariwisata, pembuatan kalender pariwisata, meningkatkan lagi fasilitas (sarana dan infrastruktur) dan mempromosikan batik Lingga, belacan (dengan kemasan yang lebih baik), dan berbagai kuliner khas melayu.

Sedangkan untuk masalah pendidikan HMKL menemukan kendala seperti, kurangnnya sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan kepada masyarakat. Tingginya pendidikan, kurangnnya dorongan dari orang tua dan adanya kebiasaan orang tua yang menyuruh anaknya bekerja saja dan atau menikah saja tanpa kuliah atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sedangkan untuk solusinya antara lain, sosialisasi terhadap siswa dan orang tua, anggaran untuk pendidikan ditambah lagi menggalakkan pemberian beasiswa kepada mahasiswa dan orang–orang yang sedang menempuh studi, bantuan pemda untuk dana pendidikan. Jangan ada pilih kasih untuk beasiswa atau transportasi, mengumumkan keberadaan beasiswa dengan jelas dan mengadakan lagi mata pelajaran muatan lokal di sekolah–sekolah.

Solusi untuk masalah perekonomian antara lain, menerapkan sistem ekonomi kerakyatan, menjalankan program UKM (Pemanfaatan sambah dan limbah/Recycle), prioritaskan pembangunan, merangkul investor untuk berinvestasi di Lingga, mempromosikan Lingga lewat pakaian (ex. Baju bertuliskan “I love Lingga”, “Lingga bunda tanah melayu”.

Untuik Solusi mengenai adat dan kebudayaan, HMKL berharap LAM Lingga dapat berperan besar dalam upaya melestarikan adat istiadat Melayu. Caranya dangan menerapkan disiplin kerja dan memberantas KKN, mendirikan perkampungan Melayu dan membuat festival–festival budaya.

Yudi menambahkan, selain forum diskusi, mahasiswa memperingati dengan menggelar berbagai turnamen antara lain takraw, domino, sepak boLa mini perempuan se-kecamatan Lingga. (hk/39)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s