Gugatan Pemilukada Sungai Penuh Tidak Berdasar

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi menolak tuduhan gugatan kandidat Pemilukada Kota Sungai Penuh. Karena alasan gugatan seolah menggambarkan pelanggaran KPU seperti pada zaman orde baru (Orba).

Ketua KPU Provinsi Jambi, M Yaser Arafat menyayangkan tuduhan pelanggaran yang sampaikan beberapa pasangan kandidat pemilukada Kota Sungai Penuh Zulhelmi-Novizon dan Hasvia-Amrizal. Yasir mengungkapkan bahwa tuduhan tersebut mengatakan KPU telah melakukan pelanggaran terstruktur, terorganisir dan massif.

Pelanggaran seperti itu hanya ada di zaman Orba dan tidak mungkin lagi dilakukan pada masa reformasi saat ini. “Sangkaan tersebut sangat tidak berdasar dan tidak spesifik. Pelanggaran seperti hanya mungkin terjadi di zaman Orba,” ujar Yaser kepada Tribun, Sabtu (31/12).

Dianggap tidak berdasar dan spesifik tuduhan pelanggaran yang dilakukan, maka KPU Provinsi Jambi menginginkan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan. Dengan demikian, maka pihak KPU akan berkonsentrasi pemilihan tahap ke dua.

Jika MK mengabulkan gugatan pasangan Zulhelmi-Novizon, dan Hasvia-Amrizal pada pemilukada Kota Sungai Penuh, pihak KPU pun akan melaksanakan apapun keputusannya. Sebab, sudah tidak ada lagi langkah hukum yang dapat dilakukan oleh KPU untuk menolak keputusan sela MK tersebut. Hanya saja dirinya mengingatkan akan besarnya biaya yang keluar bila keputusan tidak berdasar tersebut dikabulkan oleh MK.

“Biasanya keputusan MK ada tiga, yakni mengulang pemilihan secara keseluruhan, atau mengabulkan sebagian dan menolak gugatan,” ujar Yaser.

KPU Provinsi Jambi mengingatkan bahwa anggaran dana yang ada saat ini di KPU Kabupaten Kerinci dianggarkan untuk tahapan pemilihan satu putaran. Bila ada pemilihan ulang, maka beban biaya tersebut diserahkan ke Pemkot Sungai Penuh. Dijelaskannya bahwa KPU di lapangan hanya sebagai pelaksana.

Sebagaimana pemberitaan Tribun (29/12) bahwa saat ini Sofa tim pemenangan Zulhelmi- Novizon akan tetap bertahan di Jakarta. Mereka akan menunggu hingga MK mengeluarkan keputusannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s