Akibat Cuaca Buruk, Kualitas Padi Turun

PALEMBANG–MICOM : Kualitas padi asal Palembang, Sumatra Selatan menurun akibat cuaca ekstrem yang melanda selama 2010, secara kuantitas tidak ada perubahan signifikan.

Kasi Tanaman Pangan Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang Suyatno mengatakan, Palembang memiliki luas lahan tanam 8.133 hektare. Dari luas lahan tersebut, produksi mencapai 3,9 ton per hektare per tahun.

Menurut Suyatno, penurunan kualitas beras ini disebabkan karena kondisi cuaca alam yang ekstrem.

Dampaknya bibit yang terlambat ditanamkan menjadi kedaluwarsa. Faktor penyebab lainnya adalah penebaran pupuk yang kurang maksimal dan banyak padi yang terendam air akibat banjir.

Selain kualitas padi yang berkurang akibat cuaca ekstrem, juga ada sekitar 100 hektare lahan sawah petani tidak bisa ditanami padi. Hal itu karena sawah masih tergenang air pasang surut.

“Selain air pasang tak kunjung surut, juga disebabkan jumlah penebaran tidak tepat serta benih yang dihasilkan kurang bagus,”ujar Suyatno.

Air yang tak kunjung surut ini, sambungnya kebanyakan dilahan petani yang lebih menjorok ke daerah pedalaman, yang lebih dominan dilakukan penanaman benih pada pertengahan tahun. Bibit padi yang ditanam seperti Ciherang, Ciliwung IR64 dan IR 42, serta padi lokal jenis Siam cenderung menurun kualitasnya.

Penanaman dalam satu tahun ada tiga tahap, yakni pada Maret di lebak depan, kemudian untuk Mei itu penanaman di lebak tengah kemudian di penghujung Juni mulai menanam padi di lebak dalam.

“Lebak dalam inilah kondisi airnya masih tergenang air karena lokasinya berada di lahan yang Palembang bawah atau rawa,”jelasnya.

Akibat air tidak surut ini, kata Suyatno banyak menimbulkan permasalahan bagi petani lokal tersebut, mulai dari hama, hingga hewan pengerat yang merusak tanam tumbuh padi tersebut.

“Karena air pasang inilah meski dipaksakan menanam akan berdampak pada kualitas padi itu, karena tikus dan hama mudah sekali berjangkit dengan kondisi sisa air yang tidak kunjung surut ini,” terangnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Hol-tikultura DP2K Kota Palembang Herlina menambahkan, pihaknya terus melakukan terobosan dengan cara melakukan penyuluhan.

“Kami terus berikan arahan dan bantuan alat seadanya untuk membantu permasalahan para petani.  Dalam waktu dekat kami akan berikan bantuan berupa hand tractor sebanyak 6 unit dan pompa air 6 unit,” ujarnya.

Sementara itu, untuk 2011 ini pihaknya berharap cuaca membaik sehingga seluruh potensi lahan yang ada di Kota Palembang dapat ditanami seluruhnya. “Tahun 2010 dari lahan seluar 6.654 hektare yang ditanami padi diharapkan menghasilkan 19.962 ton, karena per hektare itu bisa menghasilkan 3,9 ton. Kemudian ada 100 lahan yang pada tahun sebelumnya belum ditanami akibat banjir, tahun ini bisa ditanami padi,” pungkasnya. (TT).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s