Kawasan Ekonomi Khusus Dumai Butuh Rp12 Triliun

JAKARTA : Kebutuhan investasi untuk membangun infrastruktur pendukung pengembangan Dumai, Riau, sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) diperkirakan mencapai Rp12 triliun.

Dumai menjadi salah satu kawasan yang disiapkan pemerintah untuk memacu pengembangan industri hilir berbasis agro yakni kelapa sawit, selain di Sei Mangke, Sumatra Utara.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi mengatakan pembangunan infrastruktur di kawasan ekonomi khusus akan diambil alih oleh pemerintah pusat untuk menarik investasi, meski tetap dengan melibatkan pihak swasta.

Selain itu, investor di kawasan ini akan mendapatkan fasilitas khusus seperti insentif fiskal, kemudahan perijinan satu pintu dan dukungan fasilitas riset dan pengembangan sumber daya manusia yang akan dikembangkan di dalam kawasan.

“Kebutuhan investasi untuk KEK di Pelintung, Dumai, diperkirakan Rp12 triliun. Angka ini belum termasuk kebutuhan untuk pembangunan jalur pipa gas dari Duri-Pelitung sepanjang 80 kilometer,” katanya, hari ini.

Kebutuhan dana tersebut setidaknya untuk membangun jalan akses Dumai-Pelintung sepanjang 25 km dengan proyeksi kebutuhan investasi Rp100 miliar, peningkatan kapasitas pelabuhan menjadi 5.000 DWT sebesar Rp2 triliun, jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 135 km dengan investasi Rp8 triliun, dan perpanjangan landasan bandara Puing Kampai sepanjang 500 meter dengan investasi Rp150 miliar.

Dumai dan Sei Mangke, kata Dedi, merupakan wilayah yang paling siap untuk dikembangkan menjadi KEK, di antara beberapa wilayah lain yang diusulkan kepada Kementerian Koordinator Ekonomi. Khusus untuk Dumai, wilayah ini cukup siap menjadi KEK karena beberapa industri besar sudah bermarkas di pesisir Riau ini.

Selain itu industri-industri kecil pendukung juga sudah berkembang di daerah tersebut. Dumai tercatat memiliki lima kawasan industri strategis yaitu Pelintung, Lubuk Gaung, Dockyard, Bukit Kapur dan Bukit Timah.

Luas KEK yang disiapkan sekitar 1.000 ha, sedangkan Dumai sendiri memiliki luas 5.000 ha. Sembilan perusahaan besar yang bergerak di sektor hilir saat ini beroperasi di Dumai di antaranya Inti Sawit, Pupuk NPK, Palm Oil Mill, Wilmar Bioenergy dan PK Plant.

“Kita akan launching itu jadi KEK. Dumai menjadi salah satu yang kami usulkan untuk menjadi KEK, selain Sei Mangke, Batu Licin [baja], Bitung [perikanan], Goa [kakao]. Kita harus masuk ke kawasan industri generasi ketiga [modern], sehingga nanti ada fasilitas pendidikan, riset dan lainnya,” katanya. (hl)

2 responses to “Kawasan Ekonomi Khusus Dumai Butuh Rp12 Triliun

  1. Dumai sangat layak untuk di kembangkan sebagai kawasan ekonomi khusu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s