Target Penurunan Kemiskinan Tercapai

JAKARTA–MICOM: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengantisipasi sejak awal jika inflasi tahun ini bisa tembus 7%, jauh melampaui asumsi makro di APBN Perubahan 2010 sebesar 5,3%. Ini angka terburuk yang telah dihitung Bappenas tahun ini.

Namun demikian, jikapun inflasi 2010 tembus 7%, target angka kemiskinan tahun 2011 masih bisa tercapai sesuai RPJMN, yakni pada 11,5%-12,5%.

Menurut Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, sejak pembahasan APBN 2010, pihaknya telah memiliki simulasi pengaruh pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun 2010 terhadap tingkat kemiskinan tahun 2011.

Tingkat kemisksinan ini dihitung dari jumlah penambahan kesempatan kerja yang diperoleh dari tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun berjalan.

“Dengan simulasi ini, kita coba agar bagaimana kebijakan program-program pemerintah bisa inline dengan target tingkat kemiskinannya,” ujarnya dalam konferensi pers Bappenas akhir 2010 di Jakarta, Rabu (29/12).

Dalam simulasi pengaruh inflasi terhadap tingkat kemiskinan yang diakukan Bappenas, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2010 dalam dua versi, yakni 5,8% dan 6%.

Pada kedua tingkat pertumbuhan ini, pemerintah memproyeksikan ada penambahan kesempatan kerja masing-masing sebesar 3,08 juta orang dan 3,19 juta orang.

Adapun untuk inflasi, ada dua versi simulasi, yakni 6,3% dan 7%. Pada kedua tingkat inflasi ini, tingkat kemiskinan masih dalam kisaran target pemerintah di APBN Perubahan 2010, yakni 11,5-12,5%.

Armida memaparkan, pada versi pertumbuhan ekonomi 2010 5,8%, dengan inflasi 6,3%, tingkat kemiskinan tahun 2011 diproyeksikan sebesar 11,67%.

Adapun jika inflasi tahun 2010 mencapai 7%, tingkat kemiskinan tahun 2011 menjadi 11,73%, lebih tinggi tipis 0,06% jika dibandingkan tingkat inflasi 2010 sebesar 6,3%.

“Kementerian/lembaga dan badan usaha terkait harus memainkan betul perannya sebagai stabilisator, khususnya harga volatile foods, agar inflasi tahun 2011 tidak lagi melampaui jauh asumsi makro. Ini karena kenaikan inflasi menjadi salah satu indikator utama yang dapat memperlambat menahan laju penurunan tingkat kemiskinan,” ujar Armida.

Sesuai simulasi perhitungan Bappenas, jika pertumbuhan ekonomi tahun 2011 mampu mencapai 6,4% sesuai target APBN 2011, tingkat kemiskinan akan menjadi sebesar 9,83%. Namun, jika inflasi tembus 7%, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang sama, tingkat kemiskinan lebih tinggi tipis menjadi 9,89%. (OL-9)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s