Sumatra Barat Butuh Rp3,5 Triliun

PADANG–MICOM:Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi korban gempa di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada 2011 sekitar Rp3,5 triliun untuk sektor perumahan dan infrastruktur.

“Untuk rumah masyarakat yang belum mendapatkan dana bantuan stimulan gempa dari pemerintah masih ada sekitar 40.000 unit lagi untuk rusak berat dan sedang,” kata Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Jembatan (Prasjal) Sumbar, Dody Ruswandi, MSCE di Padang, Senin (27/12).

Menurut Dody, jumlah rumah masyarakat korban gempa itu, ada yang sudah terdaftar namanya dan termasuk bagi yang diperkirakan masih tercecer sehingga penyelesaiannya pada 2011. Jadi, masyarakat yang belum bisa mendapatkan pada 2010, agar bisa bersabar karena dimasukkan pada program rehab-rekon tahun depan.

Dody menjelaskan, alokasi anggaran dana yang bersumber dari APBN itu sudah ada sinyal dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), meskipun kepastian DIPA-nya belum ada. Kendati demikian, pengalokasian dana untuk korban gempa Sumbar pada 30 September 2009 itu, tentu tidak diharapkan realiasinya sesuai perencanaan.

Sebab, masa tahap rehabilitasi dan rekonstruksi gempa Sumbar memasuki tahun kedua dan diperkirakan berakhir pada 2012 mendatang. Oleh karena itu, katanya, dana yang ada lebih diperuntukan untuk stimulan korban gempa terlebih dahulu, dan akan disusul infrastruktur perkantoran.

Jadi, tambah Dody, khusus untuk sektor perkantoran pemerintah provinsi itu, nantinya akan diperuntukkan lebih awal terhadap bangunan gedung yang dinilai prioritas, misalnya kantor Bappeda, PU dan Kantor gubernur.

Infrastruktur perkantoran yang diprioritaskan mulai pembangunannya pada 2011, yang cukup tinggi rutinitasnya. Namun dalam proses pengucuran dana, jelas Dody, sebagian ada yang melalui kementerian terhadap SKPD terkait di provinsi nantinya.

Menyinggung proses pencairan dana rehab-rekon gempa Sumbar yang sudah terserap pada 2010, Doby menyebutkan, alokasi untuk tahun ini senilai Rp2 triliun sudah terserap 100 persen.

Bahkan, sebagian besar masyarakat yang sudah tergabung dalam kelompok masyarakat (Pokmas) penerima bantuan gempa sudah dan sedang melakukan pengerjaan fisik bangunan rumah yang rusak berat dan sedang.

“Dari jumlah dana senilai Rp2 triliun pada tahap IIA dan IIB rehab-rekon, sebesar Rp1,79 untuk sektor perumahan dengan jumlah Pokmas 5.267 tersebar pada 10 kab/kota. Sementara sisa dana tersebut adalah dana alokasi pendampingan,” katanya. (Ant/OL-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s