Daria Digelari ‘Datuk Setie Amanah’

LINGGA – Lembaga Adat Melayu (LAM) Lingga memberikan gelar adat Datuk Setia Amanah kepada Bupati Lingga, Daria. Acara pemberian gelar dilakukan di Aula Kantor Bupati Lingga, Daik, Kamis (23/12) kemarin pukul 10.00 hingga jam 12.30 Wib. Ketua LAM Lingga Raja Ruslan mengatakan, selain menjadi Bupati Lingga pertama, Bupati Lingga Daria sejauh ini dianggap telah berhasil memimpin Lingga.

”Lihat saja ada perbedaan pembangunan sebelum dan sesudah ada kabupaten. Mana yang lebih maju. Fakta itu tak bisa dihilangkan,” kata Raja Ruslan, Kamis (23/12).

LAM Lingga, katanya, memberi gelar pada tokoh, setelah melihat kinerja dan ketokohannya. Daria sukses memimpin Lingga selama lima tahun dan kembali memimpin lima tahun ke depan. Kesuksesan memimpin Lingga dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang diperoleh dari pemerintah RI. Di antara penghargaan itu katanya, Satyalencana Pembangunan, Manggala Karya Kencana, Penghargaan Wahana Lestari. Termasuk penghargaan Tan Malaka Award, serta pemberian gelar dari Kerajaan Melaka, Malaysia.

”Presiden, menteri, organisasi kemasyarakatan dan kerajaan Melaka saja memberi penghargaan. Saya pikir LAM Lingga tak salah memberikan gelar ini pada pak Daria,” katanya.

Raja Ruslan menambahkan, pihaknya mengundang tokoh adat, agama, masyarakat, serta pengurus LAM Provinsi Kepri untuk hadir.

”Kita undang Ketua LAM Kepri Datuk Abdul Razak, namun beliau berhalangan hadir karena harus pergi ke Pekanbaru (Riau). Dia diwakili Ketua I LAM Provinsi Kepri Pak Manan. Selain itu turut hadir Ketua LAM Batam, Karimun, Tanjungpinang dan lainnya datang ke Daik. Ini momen istimewa bagi kami. Untuk pertama kalinya memberi gelar adat,” kata Ruslan,” Kamis (23/12).

Sedianya pemberian gelar dilakukan di Replika Istana Damnah. Namun, disebabkan Replika Damnah sedang ada perbaikan, lokasinya dipindahkan ke Aula Kantor Bupati Lingga, Daik. Ada sejumlah alasan kenapa Daria diberi gelar Datuk Setia Amanah. (hk/39)

Iklan

2 responses to “Daria Digelari ‘Datuk Setie Amanah’

  1. alwendy saputra

    anda gagal karna anda bukan orang yang penyayang .
    anda gagal karna anda bukan orang yang memiliki potensi ,
    anda gagal karna tak mampu mencoba mampu ,
    pintar sudah mati , malu sudah mati , jujur sudah mati ,
    tau diri jika menjadi orang yang tau diri ,
    sya anak lingga merasa malu dengan kinerja tanpa
    potensi karna itu tidak layak dilihat dan menyakitkan hati
    moga anda mengerti dan tau .
    sebab dipakai nya aturan bukan aturan dipakai .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s