Impor Beras untuk Cadangan dan Orang Miskin

MARABAHAN–MICOM: Menteri Pertanian Suswono menegaskan, kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah untuk menjamin ketersediaan cadangan pangan serta penyaluran beras miskin (raskin) mencapai 260.000 ton setiap bulan.

Hal ini dikemukakan Suswono, Jumat (24/12), di sela-sela kegiatan kunjungan ke areal pertanian lahan rawa di Desa Belawang, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. “Pertanian Indonesia menghadapi kondisi anomali iklim. Meski mengalami surplus hingga lima juta ton, tetapi masih riskan,” ucapnya.

Melihat konsumsi beras nasional per bulan mencapai 2,7 juta ton dan kewajiban penyediaan beras untuk keluarga miskin (raskin) sebesar 260.000 ton, maka pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras. “Impor beras dimaksudkan untuk menjaga cadangan beras nasional dan memenuhi kebutuhan raskin,” tuturnya.

Suswono juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan dengan tidak bergantung dengan beras. Untuk menghadapi kondisi iklim yang ekstrem, pemerintah akan menggalakkan varietas unggul di lahan rawa atau disebut Inpara.

Ada pula varietas Inpara yang tahan terhadap hama wereng. Varietas ini disebut Inpigo karena bisa tumbuh subur di lahan kering saat kemarau.

Untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau, pemerintah akan membangun 5.200 embung atau kolam penampungan air hujan di seluruh kecamatan sentra pertanian. Selain impor beras, pemerintah juga terpaksa melakukan impor ternak sapi yang mencapai 600.000 ekor per tahun. (OL-5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s