Retribusi Naik 700 Persen, Pedagang Mengeluh

UNGARAN–MICOM: Belasan pedagang di sekitar Alun-alun Ungaran Kabupaten Semarang yang menempati kios milik pemerintah daerah setempat mengeluhkan kenaikan retribusi hingga 700%.

“Kenaikan retribusi untuk kios, saya kira terlalu tinggi, seharusnya pemerintah kalau ingin menaikan retribusi dilakukan secara bertahap atau sedikit-sedikit,” kata salah seorang pedagang di sekitar Alun-alun Ungaran Kabupaten Semarang, Imroatun (61), Kamis (23/12).

Kenaikan retribusi kios berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Retribusi Kekayaan Daerah itu disosialisasikan kepada pedagang pada Selasa (21/12).

Ia mengatakan, kios yang dimilikinya dengan luas 3×8 meter itu biasanya ditarik retribusi sebesar Rp64.800/bulan, tahun 2011 nanti rencananya akan dinaikan menjadi Rp438.000/bulan.

Menurut pemerintah, kata dia, rencananya kios yang ada di alun-alun tersebut akan diperbaiki sehingga retribusinya mulai dinaikan.

Ia mengimbau kepada pemerintah setempat untuk memperbaiki dahulu kiosnya sebelum manaikan retribusi.

“Kami keberatan kalau retribusinya dinaikan sebesar itu, karena tidak sesuai dengan pendapatan yang kami peroleh setiap bulannya,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini kondisi persaingan perdagangan makanan dan minuman ringan seperti yang dijual semakin ketat, karena para pembeli lebih suka belanja ke pasar modern, Indomaret dan Alfamaret.

Menurut dia, pihaknya akan melakukan musyawarah dengan pedagang lain untuk menyikapi kenaikan retribusi tersebut.

Kepala Bagian Pengelolaan Aset dan Barang Daerah Setda Kabupaten Semarang, Heru Cahyono, mengatakan sosialiasi pelaksanaan kenaikan retribusi itu mengalami keterlembatan dari Dinas Perdagangan daerah setempat, seharusnya sudah dilaksanakan sejak 2007 lalu, karena Perda No 3 Tahun 2007 sudah ditetapkan sejak tahun 2007.

“Kewenangan itu awalnya ditangani oleh Dinas Perdagangan, kami menerima pengalihan kewenangan belasan aset kios milik pemerintah itu pada September 2010,” katanya.

Dalam Perda tersebut, kata dia, tarif retribusinya ditarik Rp600/m2/hari, sedangkan tarif asalnya adalah Rp90/m2/hari. (Ant/OL-3)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s