Pemprov Jabar Tolak Beras Impor

BANDUNG–MICOM: Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menolak peredaran beras impor di pasar-pasar di wilayah itu. Pasalnya, Jabar bukan termasuk daerah yang kekurangan beras.

“Produksi beras di Jabar tahun ini masih surplus. Jadi tidak alasan untuk mendatangkan beras impor,” kata Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf di Bandung, Kamis (23/12).

Ia mengatakan, tahun ini produksi beras di Jabar berupa gabah kering giling (GKG) lebih dari 11 juta ton. Jumlah sebanyak itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jabar hingga Maret 2011.

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya akan tetap meminta penjelasan dari Bulog Divre Jabar terkait ketersediaan cadangan beras dan kemungkinan pemerintah mendatangkan beras impor. “Aneh jika beras impor masuk ke pasaran pada saat bersamaan Jabar surplus beras. Itu berarti manajemen distribusi beras belum berjalan optimal. Tapi semoga saja beras impor tidak masuk ke sini,” ungkapnya.

Menurut Dede Yusuf, yang terjadi selama ini harga beras kadang melonjak karena permainan pedagang besar. Mereka sengaja menimbun beras demi mengejar keuntungan yang lebih besar.

“Solusi permanen yang kami tawarkan adalah Bulog memperbanyak titik-titik penyerapan di sentra penghasil beras. Jadi ketika harga beras melambung, Bulog sudah siap untuk mengantisipasi melalui operasi pasar. Di satu sisi pemerintah melindungi petani dan di lain sisi kita memperbaiki rantai distribusi beras nasional,” paparnya. (OL-01)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s