Sungaipenuh Bisa Batal Dimekarkan

SUNGAIPENUH–MICOM: Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Jambi Ivan Fauzani menilai Kota Sungaipenuh Provinsi Jambi, bisa saja terancam batal menjadi daerah otonom yang dimekarkan kalau pencitraannya rusak akibat ulah massa Pemilu Kada Wali Kota.

Resikonya kalau massa peserta pemilu kada berulah inskonstitusional seperti melakukan tindakan anarkis dan melanggar hukum, maka pencitraan daerah ini langsung rusak, dan bisa saja pusat mencabut PP tentang pemekarannya kota tersebut,” ujar Ivan Fauzani, di Sungaipenuh, Selasa (21/12).

Pasalnya, tambah Ivan, hingga kini status Kota Sungaipenuh masih dalam pengamatan pemerintah pusat setiap dinamika yang terjadi di tengah pemerintahan dan kehidupan bermasyarakatnya.

Karena itu, setiap prilaku yang dinilai negatif berpotensi terhadap penilaian pemerintah pusat dalam hal ini kementerian dalam negeri dalam menentukan layak ttidaknya kota Sungaipenuh ini dimekaran menjadi daerah otonom tersendiri.

Tahapan pemilu kada putaran pertama yang sudah berlangsug pada 11 Desember lalu secara umum dinilai berhasil dengan baik, dengan indikator lumayan tingginya tingkat partisipasi dan relatif minimnya tindak pelanggaran.

Hal tersebut menurut Ivan, sudah menjadi nilai plus bagi Sungaipenuh di mata pemerintah pusat. Karena itulah penilaian positif itu sudah seharusnya tetap dijaga dan bahkan kalau bisa ditingkatkan kualitasnya pada penyelenggaraan pemilu kada tahap dua.

“Suasana yang kondusif ini harus disadari oleh setiap kontestan, penyelenggara Pilwako, pemerintah, dan masyarakat kota sehingga di putaran berikutnya tidak terpancing untuk membuat suasana kisruh apalagi sampai merusak citra kota ini dengan sikap dan tindakan yang anarkis dan melanggar hukum,” ujarnya.

Awalnya, pemerintah pusat menilai Pemilu Kada Sungaipenuh berpotensi besar terhadap kericuhan. Dasar asumsinya adalah penilaian terhadap karekter dan tingkat emosi masyarakat, jumlah mata pilih yang kecil, jumlah pasangan calon yang besar yakni 7 pasang, serta sempit atau kecilnya wilayah kota tersebut.

“Penilaian pemerintah langsung berubah ketika mendapati kenyataan ternyata Pemilu Kada Walikota di daerah ini bisa berlangsung tertib dan sukses, meskipun bukan bearti bisa terbebas seratus persen dari intrik,” katanya.

Ke depan pada tahapan dua nantinya yang harus digelar karena tidak adanya pasangan calon yang meraih suara mayoritas pada putaran pertama, hendaknya publik harus tetap mengusung misi positif tersebut.

“Jangan prestasi yang telah ada menjadi susu sebelanga ini rusak oleh setitik nila anarkisme, bisa langsung rusak citra kota ini dan akibatnya terancam dibatalkan pemerintah pusat jadi daerah otonom,” tegasnya. (Ant/OL-3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s