Kondisi Jalan Trans Sulsel Memprihatinkan

MAKASSAR–MICOM:Anggota Komisi V DPR RI menyatakan keprihatinannya atas kondisi proyek pembangunan jalur barat Trans Sulawesi Selatan sepanjang 100 kilometer yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Barru.

Hal tersebut terungkap saat pertemuan antara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dengan sejumlah anggota Komisi V DPR di rumah jabatan gubernur di Makassar, Selasa (21/12) malam.

Anggota Komisi V Riswan Tony mengatakan, percepatan pembangunan jalan tersebut sebaiknya menjadi prioritas pemerintah. Sebab melihat kondisinya saat ini, pembangunan badan jalan tersebut terkesan dipaksakan.

“Memang terbuat dari beton, tapi terkesan dipaksakan. Padahal Sulsel provinsi paling maju di timur Indonesia,” ujarnya mengomentari badan jalan yang saat ini perbaikannya putus-sambung tersebut.

Selain masalah jalan trans, ia juga menyatakan perlunya pembangunan pelabuhan besar di Sulsel. Dengan adanya pelabuhan besar, kata dia, ke depan Provinsi Sulsel bisa menjadi daerah penyangga sejumlah provinsi laindi luar Pulau Jawa.

Ia berharap, Gubernur Syahrul segera melakukan ekspose besar potensi dan kendala infrastruktur di daerah tersebut sehingga bisa dipikirkan untuk menjadikan Sulsel benar-benar pusat kawasan timur Indonesia.

“Saya memberi perhatian secara khusus pada Sulsel. Saya sangat mendukung jika gubernur mengekspos apa saja kendala infrastruktur daerahnya,” ujarnya.

Anggota Fraksi Partai Golkar Muhidin M. Said menambahkan, dari hasil peninjauan anggota Komisi V ke Kabupaten Barru diketahui bahwa laju lalu lintas untuk jalur barat tersebut sangat lambat, yakni lima jam untuk 100 kilometer.

Hal tersebut terjadi akibat banyaknya badan jalan yang putus perbaikannya sebab lahan belum sepenuhnya bisa dibebaskan.

Oleh karena itu, ke depan pihak legislatif akan berkonsentrasi menggodok regulasi pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur.

“Di mana-mana masalah pembebasan lahan ini selalu menjadi momok pembangunan infrastruktur. Kami akan prioritaskan penggodokan regulasi masalah itu,” katanya.

Kunjungan kerja 14 anggota Komisi V DPR ke Sulsel berlangsung selama tiga hari. Selain peninjauan realisasi proyek jalan di jalur barat dan selatan, mereka juga akan meninjau sejumlah proyek lainnya seperti pembangunan Centre Point of Indonesia (CPI) dan pengembangan pelabuhan Sukarno-Hatta. (Ant/OL-3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s