Patroli Bea Cukai Kepri Gagalkan Penyelundupan Material Peledak Senilai Rp3 Miliar

BATAM–MICOM: Kapal patroli Kantor Wilayah Bea dan Cukai (KBWC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menangkap kapal KLM Salbiana Jaya yang coba menyelundupkan amonium nitrat (bahan baku untuk peledak) 2.000 kantong senilai Rp3 miliar.

Dengan membawa muatan bahan peledak sekitar 50 ton, kapal tersebut berangkat dari Pasir Gudang, Malaysia, dengan tujuan Sulawesi.

KBWC melakukan penangkapan kapal berbendera Indonesia tersebut pada Minggu (12/12), setelah melalui pengintaian yang lama di perairan Laut Cina.

Namun, karena kondisi cuaca buruk, kapal baru bisa digiring ke KWBC Khusus Kepri di Tanjung Balaikarimun, Kepri, Selasa (21/12) dini pagi.

“Setelah kami tangkap, sampel yang dibawa oleh kapal tersebut langsung kami kirim ke Jakarta untuk memastikan apakah benar sebagai salah satu material untuk dijadikan bahan peledak. Dan ternyata hasilnya positif,” kata Kepala Seksi Penindakan KWBC Khusus Kepri Andhi Pramono kepada wartawan, Selasa, (21/12).

Dia menuturkan, saat ditangkap, kapten kapal tidak bisa menunjukkan dokumen resmi dan mencoba untuk memperlihatkan dokumen fiktif.

Padahal, untuk angkutan berupa amonium nitrate seharusnya dilakukan pihak-pihak yang berkompeten.

Untuk tujuan penyelidikan lebih lanjut, saat ini sekitar 14 anak buah kapal (ABK) dan nahkoda kapal berinisial TB turut diamankan.

“Awalnya mereka berkilah bahwa angkutan mereka adalah resmi dengan menunjukkan berbagai dokumen manifes versi mereka. Kami curiga lalu melakukan konfirmasi dengan pihak-pihak terkait dan ternyata semuanya palsu,” ujarnya.

Penangkapan kapal penyelundup amonium nitrat merupakan yang kedua kalinya.

Pada November 2009, KWBC Khusus Kepri pernah menangkap dua kapal sekaligus, yaitu KM Fungka Sejatera yang mengangkut 75 ton, dan KLM Pratama yang mengangkut 60 ton muatan amonium nitrat.

Dia menjelaskan ada dua jenis amonium nitrat yang digunakan baik untuk pupuk maupun industri lainnya, seperti bahan baku pembuatan bahan peledak, dan pembuatan nitrous oksida. Ada dua macam bentuk amonium nitrat yang digunakan untuk pembuatan bahan peledak, yang diamankan adalah jenis crystalline powder yang digunakan untuk pembuatan dinamit.

“Struktur pemakaian ammonium nitrat di Indonesia diperkirakan sama dengan negara-negara industri, yaitu 95% lebih dari kebutuhannya dipakai untuk pembuatan bahan peledak dan sisanya untuk bahan baku industri lainnya. Akan tetapi, patut diketahui bahwa amonium nitrat sebagai pupuk belum lazim dipakai di Indonesia,” jelasnya.(*/OL-10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s