Pembalakan Hutan di NTB makin Mengkhawatirkan

MATARAM–MICOM:Perambahan hutan secara ilegal di Nusa Tenggara Barat (NTB) makin semarak dan dikhawatirkan dapat mengurangi jumlah mata air di daerah ini.

“Sementara di kawasan perkotaan terjadi alih fungsi lahan yang sangat cepat seiring dengan perkembangan pembangunan, sehingga serapan air hujan menjadi sangat terbatas,” kata anggota DPRD NTB, H. Edy Mukhtar di Mataram, Sabtu (18/12).

Akibat pembalakan hutan secara ilegal, jumlah mata air turun drastis dari sekitar 700 mata air kini tinggal sekitar 200 mata air. Sedangkan di musim penghujan selalu terjadi baNjir yang disebabkan dukungan resapan air yang semakin berkurang, sementara jumlah penduduk semakin bertambah.

Dengan demikian pada saat musim kemarau tiba, kekurangan air dapat dirasakan masyarakat terutama para petani.

Pihak DPRD NTB telah menyetujui Perda tentang Pengelolaan Air Tanah karena air tanah memiliki berbagai fungsi antara lain fungsi sosial, ekonomi dan pembagian air secara merata. Seiring dengan kebutuhan air yang semakin meningkat sementara mata air semakin berkurang, maka diperlukan kebijakan tentang pengelolaan air baik air tanah maupun permukaan.

Demikian juga dengan makin berkembangnya industri kemasan air  mineral, hotel bertaraf internasional semuanya membutuhkan air dalam jumlah besar, sehingga diperlukan Perda agar penggunaan air tidak mengganggu petani, katanya. “Fungsi air dalam pembangunan sangat vital, sehingga pengelolaannya harus dapat menjamin kelestarian dan ketersediaan secara berkesinambungan,” katanya.

Potensi air tanah yang ada dalam cekungan-cekungan tanah di NTB perlu dikelola secara profesional untuk kemakmuran masyarakat. “Pengelolaan air tanah secara teknis perlu disesuaikan dengan perilaku air tanah yang meliputi penyebaran, ketersediaan dan kualitas air tanah serta lingkungannya,” katanya.

Sementara untuk dapat memenuhi kebutuhan air terutama untuk lahan pertanian pihak eksekutif diminta mempercepat pembangunan sejumlah bendungan termasuk bendungan Pandanduri di Kabupaten Lombok Timur. “Bendungan Pandanduri mampu menyuplai air untuk pertanian seluas 5.000 hektare, dapat mengurangi debit banjir, bahkan secara tidak langsung juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lewat perikanan, peternakan dai pariwisata,” katanya. (Ant/OL-04)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s