APBD 2011 Belum Disahkan, DPRD DKI Lelet

Tahun 2011 tinggal beberapa minggu lagi, namun hingga saat ini DPRD DKI belum juga mensahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 yang diajukan pemprov.

Tercatat sudah dua kali politisi Kebun Sirih menunda pengesahan APBD ini, pertama pada 30 Nopember 2010 dan yang kedua 9 Desember 2010.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berharap tak ada lagi penundaan pengesahan APBD 2011. “Saya berharap pekan depan sudah disahkan,” tukas Fauzi Bowo, Jumat (10/12/2010).

Jika pekan depan tak kunjung disahkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo akan menggunakan hak prerogatif sebagai kepala daerah untuk menggunakan APBD 2010 sebagai acuan pelaksanaan program pembangunan dan kegiatan pelayanan publik pada tahun anggaran 2011.

“Kalau APBD 2011 diketok setelah akhir tahun itu namanya APBD yang telmi (telat mikir). Saya kira seluruh pengambil keputusan tidak mau diberi predikat telmi,” tukas Fauzi Bowo .

Karena itu, jika pada pekan depan belum ada pengesahan, dirinya akan menggunakan besaran plafon anggaran yang sama dengan APBD 2010 yaitu, sebesar Rp 26,71 triliun, atau lebih kecil dari plafon anggaran yang diusulkan pada RAPBD DKI 2011 sebesar Rp 27,95 triliun.

“Saya akan menggunakan hak saya sebagai kepala daerah kalau minggu depan belum diproses dan diselesaikan, saya akan kembalikan itu ke APBD 2010 sesuai peraturan perundangan,” tegasnya.

Peraturan Pemerintah yang dimaksud yakni  PP No 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Isinya pada Pasal 45 ayat 1 diatur persetujuan DPRD Terhadap RAPBD sudah harus selesai 1 bulan sebelum tahun anggaran dimulai.

Pada Pasal 46 ayat 1 disebutkan apabila sampai dengan batas waktu yang ditentukan sebagaimana disebut dalam pasal 45 ayat 1, maka gubernur menerbitkan peraturan gubernur (pergub) untuk melaksanakan program pembangunan dalam tahun anggaran tersebut dengan menggunakan pagu anggaran sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Badan Anggaran yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana mengatakan, penundaan terjadi hanya dikarenakan masalah administrasi yaitu penyesuaian masing-masing poin dalam penyerapan anggaran.

“Secara substansi sudah oke. Hanya tinggal finalisasi sinkronisasi anggaran dari komisi-komisi. Setelah disahkan, kita langsung serahkan ke Kementerian Dalam Negeri untuk dikoreksi,” kata Triwisaksana.

Seperti yang diketahui, Pemprov DKI Jakarta memproyeksikan besaran RAPBD DKI Jakarta 2011 sebesar Rp 27,95 triliun. Proyeksi itu mengalami peningkatan sebesar 4,65 persen dibandingkan APBD Perubahan (APBD-P) 2010 sebsar Rp 26,71 triliun.

Dari proyeksi itu, Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan prioritas pada pengendalian banjir dan pembenahan transportasi dengan mengalokasikan total anggaran sebesar Rp 3,89 triliun atau sebesar 13,9 persen dari proyeksi RAPBD DKI 2011.

Dengan rincian, anggaran pengendalian banjir dialokasikan Rp 1,36 triliun atau sebesar 4,86 persen dari total RAPBD DKI 2011, dan pembenahan transportasi dialokasikan sebesar Rp 2,53 triliun atau sebesar 9,05 persen dari total RAPBD DKI 2011.

Kemudian, dewan menyetujui penambahan anggaran pengendalian banjir sebesar Rp 40 miliar.

Yaitu alokasi anggaran pengendalian banjir terkait anggaran pembuatan tanggul di empat kawasan Jakarta Utara sebesar Rp 20 miliar dan pembangunan rumah pompa di Cilincing, Jakarta Utara sebesar Rp 20 miliar.

Artinya alokasi anggaran pengendalian banjir di RAPBD DKI 2011 bertambah menjadi Rp 1,76 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp 1,36 triliun.

RAPBD DKI 2011 terdiri dari pendapatan daerah Rp 25,52 triliun, belanja daerah Rp 27,30 triliun, penerimaan pembiayaan Rp 2,42 triliun dan pengeluaran pembiayaan Rp 645 miliar.

Dari total rancangan itu, belanja daerah tahun 2011 untuk pengendalian banjir, Pemprov menganggarkan 4,86 persen dari total RAPBD atau Rp 1,36 triliun. Untuk penanganan macet atau pembangunan transportasi, Pemprov menganggarkan 9,05 persen dari total RAPBD atau sekitar Rp 2,53 triliun.

Jadi, total untuk penanganan dua masalah utama Jakarta itu sebesar Rp 3,89 triliun. (fat/fan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s