Tanda Bintang Dana Otsus Dihapus

Rapat Kerja (Raker) Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang dihadiri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Gubernur Papua Barnabas Suebu, dan Gubernur Papua Barat diwakili Sekda Provinsi Papua Barat, Senin (6/12) sepakat menghapus tanda bintang (*) pada mata anggaran dana otonomi khusus (otsus) seperti diwacanakan sebelumnya. Penyaluran dana otsus untuk ketiga provinsi itu dilakukan sesuai mekanisme alias tanpa masalah.

Demikian bunyi salah satu butir Rapat Kerja Banggar DPR RI yang membahas dana Otsus dengan Menteri Keuangan yang dibacakan pimpinan rapat Akius Mekeng didampingi Wakil Ketua Banggar Mirwan Amir, sesaat sebelum rapat ditutup.

Rapat itu juga menyepakati agar provinsi penerima dana otsus memperbaiki kinerja dan pengalokasian anggaran tepat sasaran, memperbaiki pengelolaan keuangan serta membuat rencana permanen penggunaan dana otsus untuk beberapa tahun ke depan sesuai sasaran pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Wakil Ketua Banggar, Mirwan Amir yang berasal dari Aceh, seusai raker mengatakan, penjelasan ketiga gubernur mengenai penggunaan dana otsus dipandang sangat memadai untuk menghapus tanda bintang pada mata anggaran otsus. “Sudah tidak ada persoalan. Kita hanya ingin mendengar penjelasan dari ketiga gubernur. Kita ingin mengawasi penggunaan dana itu sehingga benar-benar tepat sasaran untuk kemakmuran daerah itu,” ujar Mirwan, politisi Partai Demokrat.

Secara bergantian ketiga gubernur provinsi khusus itu menyampaikan paparan tentang penggunaan dana otsus setelah terlebih dahulu mendengarkan pengantar dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Paparan Irwandi
Gubernur Irwandi mengatakan hasil pelaksanaan perencanaan pembangunan Aceh yang bersumber dari dana otsus sejak 2008-2010 telah memberi dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh. Ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi semester I tahun 2010 sebesar 5,4 persen, penurunan angka kemiskinan menjadi 20,98 pada 2010 persen dari 32,8 persen pada 2005, penurunan inflasi menjadi 1,54 persen dari 11,92 persen pada 2008.

Dengan penuh percaya diri, Gubernur Irwandi menekankan bahwa alokasi dana otsus 2010 yang diterima Aceh sebesar Rp 3,8 triliun  sampai November 2010 telah mampu diserap 79,30 persen anggaran keuangan dan 87,20 persen realisasi fisik. Dana Otsus Aceh digunakan untuk membiayai pembangunan bidang infrastruktur peningkatan jalan provinsi sepanjang 75,8 Km, jalan kabupaten/kota akses ke wilayah pertanian 410 Km, pembangunan terminal, pelabuhan laut, pembangunan dan pemeliharaan irigasi, bantuan keuangan kepada 6.379 gampong atau desa melalui program peumakmu gampong, pendanaan pendidikan melalui beasiswa anak yatim sebanyak 115.750 orang, beasiswa S1, S2, dan S3 dalam dan luar negeri sebanyak 1.141 orang, serta pendanaan jaminan kesehatan untuk 3.715.473 jiwa penduduk Aceh dalam program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Dana otsus yang diterima Aceh pada 2011 sebesar Rp 4,4 triliun, menurut Gubernur Irwandi akan melanjutkan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan 2010. Irwandi menyebutkan, infrastruktur jalan di Aceh saat ini jauh lebih bagus dan mulus dibanding beberapa tahun sebelumnya. “Sekarang banyak orang dari Sumatera Utara melakukan uji coba mobil baru di jalan Aceh,” kelakar Irwandi saat menjawab pertanyaan anggota Banggar, Amru Daulay membandingkan buruknya infrastruktur jalan di Sumatera Utara.

Irwandi yang hadir didampingi Kepala Bappeda Aceh Ir Iskandar MSc juga membantah adanya ketimpangan penerimaan dana otsus di Aceh atara wilayah pantai timur dengan wilayah pedalaman. “Justru penerima terbesar dana otsus adalah Gayo Lues, kabupaten di bagian tengah,” kata Irwandi.

Ia mengakui pernah terjadi keterlambatan penyerapan anggaran di Aceh pada 2008. Itu disebabkan karena keterlambatan pembuatan qanun dan kapasitas aparatur yang masih lemah. “Saat itu aparat banyak belum siap menerima dana yang demikian besar, hampir empat kali lipat dari anggaran sebelumnya,” kata Irwandi.

Selain menjawab pertanyaan terkait penggunaan dana otsus, Irwandi juga sempat memberikan klarifikasi tentang berbagi isu miring yang ditiupkan kepada dirinya, seperti kepemilikan apartemen di Sudirman, korupsi Rp 1,2 triliun dan video seperti Ariel.  “Itu isu menjelang pilkada, padahal saya belum mengumumkan keikutsertaan saya,” ujarnya.

Irwandi juga menjelaskan tentang ‘semangat ALA dan Abas’ yang masih menghinggapi benak segelintir orang dari kawasan itu. “Seharusnya ide ALA berakhir sejalan dengan ditekennya MoU Helsinki,” ujar Irwandi yang mengaku menang mutlak di kawasan ALA pada Pilkada 2006.(fik)

ALOKASI DANA OTSUS BERDASARKAN BIDANG PRIORITAS PEMBANGUNAN 2010

1.    Infrastruktur  Rp 1.339.615.643.412
2.    Pemberdayaan Ekonomi  Rp 669.139.756.462
3.    Pengentasan Kemiskinan  Rp  467.810.607.027
4.    Pendidikan  Rp 752.076.546.529
5.    Sosial  Rp  25.100.904.774
6.    Kesehatan Rp  464.386.827.313
7.    Kesitimewaan Aceh  Rp 131.676.554.483
TOTAL  Rp  3.849.806.840.000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s