Mengurai Tebaran Suap Rp4,3 MKasus Swastanisasi Sampah Kota Batam

Bau busuk kongkalikong proyek swastanisasi sampah dengan cara praktik suap (Gratifikasi) kian menyengat terkait swastanisasi sampah di Kota Batam yang dimenangkan oleh PT Surya Sejahtera (SS). Tidak tanggung-tanggung, dari informasi yang menyeruak ke permukaan, sekitar Rp4,3 miliar dana kas PT SS telah dibagi-bagi oknum petinggi Kota Batam.

Sesuai data yang berhasil dihimpun Batamtimes, praktik suap telah berlangsung sedari awal proses tender swastanisasi yang akhirnya memenangkan PT SS. Dugaan suap terus berlangsung setelah proyek swastanisasi sampah resmi di tangani PT SS. Malah tidak hanya pejabat dari kubu eksekutif, beberapa petinggi legislatif Kota Batam periode 2004-2009, juga ikut kebagian.

Sesuai data yang dimiliki, dari seluruh oknum pejabat, Walikota Batam, Ahmad Dahlan (sekarang calon walikota Batam kembali) mendapatkan jatah paling besar yakni Rp1 milliar. Jatah Dahlan sendiri diberikan H Faizal BSc. Ak melalui Sekdakota Batam, Agussahiman (tiga hari sebelum lebaran Idul Fitri) hari Jumat, 27 Oktober 2008.

Faizal sendiri ketika itu merupakan bendahara Partai Golkar kota Batam yang juga kepercayaan PT SS sekaligus Direktur PT. Endo Bangkit. Tahun berjalan Agussahiman pernah juga beberapa kali menerima jatah bagi hasil di luar hitungan resmi kerjasama swastanisasi sampah, yang pencairannya melalui rekening Faizal.

“Salah satunya dana dari pak Tommy S di Jakarta dan Pak Dennis di Singapura,” kata sumber yang siap memberikan kesaksasian dan minta namanya tidak usah diekspos dulu.

Selain Dahlan, di dalam dokumen itu juga tercantum sebesar Rp350 juta kepada Wakil walikota, Ria Saptarika (sekarang juga calon walikota Batam, bercerai dari Dahlan). Ria mendapatkan nilai suap lebih kecil lantaran dirinya tidak ikut secara teknis dalam swastanisasi sampah ini.

Sumber menyebutkan, Dahlan memperoleh jatah lebih besar guna memuluskan proses pemenangan tender pengelolaan sampah di Batam melalui kontrak kerjasama pemerintah dengan swasta (KPS) yang kemudian benar dimenangkan oleh PT SS.

Penerima jatah terbesar kedua yakni Sekdako Batam sendiri, Agussahiman sebesar Rp500 juta. Kemudian menyusul beberapa pejabat eselon II (Ekbang), Syamsul Bahrum (juga sekarang calon namun calon wakil walikota berpasangan dengan Amir Hakim) sebesar Rp300 juta, Kepala Bappeko; Wan Darussalam sebesar Rp300 juta, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan; Aswan sebesar Rp300 juta disusul tiga kabag yang masing-masing menerima Rp50 juta. Dana suap mengalir berbeda ke tim pengawasan yang diketuai oleh Agussahiman kembali, yakni Rp100 juta per orang setiap tahun. Jika diakumulasikan dari tahun 2008 sampai tahun 2010, berarti total penerimaan masing-masing anggota tim sebesar Rp300 juta per tahun. Tim ini sendiri terdiri dari 5 orang.

Dari kubu legislatif, terdapat ketua DPRD kota Batam; Suryo Respationo (yang sekarang menjabat wakil Gubernur Kepri) yang kebagian Rp400 juta. Jatah tersebut diberikan untuk melancarkan rekomendasi kontrak konsesi.

Masih di lingkungan legislatif, terdapat Ketua Pansus swastanisasi sampah dari Komisi III; Irwansyah (juga mencalonkan diri sebagai wakil walikota Batam berpasangan dengan Arifin Nasir) menerima sebesar Rp75 juta.

Pada tanggal 24 September 2007, Asmin Patros (Fraksi Golkar) anggota Pansus menerima Rp200 juta. Perbedaan mencolok antara yang diterima Irwansyah dengan Asmin Patros karena diduga, Asmin turut mengambilkan jatahnya Suryo.

Dana suap juga mengalir ke panitia lelang yang diterima oleh ketua pralelang; Yusfa Hendri (sekarang Kabag Humas Pemko Batam) sebesar Rp150 juta. Dana tersebut masih di luar biaya study banding Pansus Swastanisasi sampah sebesar Rp75 juta dan study banding Pansus Kebersihan sebesar Rp75 juta.

One response to “Mengurai Tebaran Suap Rp4,3 MKasus Swastanisasi Sampah Kota Batam

  1. Percuma pak,bila hanya dianggap angin lalu temuan-temuan bapak ini..padahal saya yakin,swastanisasi sampah selama ini sebagai kebusukan dari pejabat-pejabat di batam ini..kira-kira ada yang berani ga ya??untuk merespon temuan-temuan bapak tersebut…alangkah tragisnya negeri kita ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s