Masyarakat Mulai Tak Percaya Lagi ke Pejabat Pemko Batam

Buntut dari belum terungkapnya penegakan hukum terhadap dugaan suap Rp4,5 milliar terhadap para petinggi di Pemerintahan kota Batam dan petinggi di DPRD kota Batam. Akhirnya berujung rasa tidak puas masyarakat terhadap para pemimpin di Pemerintah Kota Batam serta beberapa petinggi DPRD Batam. Belakangan masyarakat mulai marak membicarakan adanya bukti rekaman yang bisa diakses langsung oleh masyarakat luas yaitu antara yang memberi dan menerima suap (Sujak dan Dahlan).

Feri Rahmadsyah, salah satu tokoh pemuda di Batam akhirnya angkat bicara, menurutnya maraknya pemberitaan diberbagai media massa ternyata juga diikuti beredarnya di youtube tentang rekaman dugaan pembicaraan yang mirip dengan suara Walikota Batam, Ahmad Dahlan dengan direktur PT Surya Sejahtera(PT SS kala itu), Sujak Widodo terkait dugaan suap tender swastanisasi pengelolaan sampah di Batam. Dia menilai kalau rekaman seperti itu, merupakan bentuk perlawanan masyarakat dengan penegak hukum di Batam.

“Seperti rakyat mulai tak percaya, terkait bungkamnya penegak hukum dalam pengusutan kasus suap swastanisasi sampah ini. Buktinya mereka mencoba langsung membuka fakta dan data itu lewat youtube ke semua masyarakat, biar semua masyarakat yang akan menjadi polisi, jaksa dan hakim yang memutuskan benar tidaknya,” ujarnya kepada Batamtimes, Selasa (30/11/2010) di Batam Center.

Lebih lanjut Feri mengatakan, benar apa yang tertulis klip you tube tersebut, bahwa sekarang penanganan sampah di Batam makin parah! Bahkan uang daerah juga digunakan kembali untuk menangani sampah yang seharusnya menjadi tanggungjawab PT. SSET. Semenjak swastanisasi sampah dilakukan PT. SSET pelayanan sampah di kota Batam malah tambah buruk. Sampah di Batam semangkin busuk, sampah jarang terangkut dan menumpuk di perumahan-perumahan hingga berulat.

Sebelumnya Batam telah mendapatkan 3 kali berturut-turut Adipura. “Ya Adipura-pura itu,” Ujarnya kembali.

Hal senada juga dikaitkan oleh Fransiskus Simbolon, masalah bansos umpamanya, diduga dengan kuatnya Dahlan menyumbat mulut penegak hukum (hitam) yang ada, membuat proses hukum Bansos ini berhenti.

“Kita menunggu penegak hukum yang putih dan pro kebenaran, bahkan tercium bahwa Dahlan lagi-lagi akan mengorbankan anak buahnya,” ujar Pria yang juga sempat menjadi anggota DPRD Batam yang diusung PDI Perjuangan ini pada periode 2000-2004 lalu.

Lanjutnya, seperti hal sama terilis di youtube.com berjudul “Walikota Batam” tersebut bahwa dua pegawai setingkat eselon di Pemko Batam sudah menjadi korbannya selama ini, antaralain Rusdi Rusla, MT, Kabid SDA Dinas PU Batam, tahun 2007 dan Drs. Husnul Hafil, Kepala BKD Pemko Batam. Selanjutnya, diduga akan menyusul korban untuk kasus Bansos lainnya. Kemudian akan menyusul untuk korban kasus Penerangan Jalan Umum (PJU).

Pada kasus Husnul ini, Dahlan sama sekali tidak melakukan pembelaan. Buktinya Husnul yang dituduhkan memeras hanya Rp150 juta harus menanggung hukuman empat tahun penjara. Bandingkan kasus korupsi Damkar, senilai Rp1,5 milliar itu yang disangkahkan kepada Ismet Abdullah hanya menanggung dua tahun kurungan penjara.

Hasil penelusuran Batamtimes, ternyata benar adanya rekaman yang sudah beredar di YOutube.com. Rekaman itu tercatat dari tanggal pembuatannya sekitar 6 hari lalu berdurasi 47 detik itu diupload pada tanggal 24 November 2010. Rekaman itu memiliki judul “WALIKOTA BATAM”.

Kemudian analisa Batamtimes, terdapat dua acount (ekon) berbeda yang mengupload rekaman berformat wmv tersebut. Rekaman itupun sepertinya sudah dipotong atau sudah diedit.

Kini rekaman itu marak menjadi pembincangan diberbagai tempat, tak terkecuali bagi ibu-ibu. Dan ada hal yang menarik terdengar di telinga Wartawan Batamtimes, celetuk dari seorang Ibu-ibu di Batam Center.

“Wah, Dahlan jadi terkenal dong, kayak keong racun, ada di youtube, Dasar kau keong Dahlan,,, ee salah Keong Racun,” Ujar Uni, salah satu Ibu penjual nasi di depan My mart Batam Center. (Shandy)

Berikut rekaman yang diduga mirip dengan suara pembicaran Walikota Batam, Ahmad Dahlan dengan Direktur PT SS, Sujak Widodo tersebut yang dimulai dengan suara Wako Batam Ahmad Dahlan;

Ahmad Dahlan     : Kasarnya tu begini pak

Sujak                   : Gimana Pak? Ahmad

Dahlan                 : Tapi ini kita ngomong berdua dulu dari hati ke hati ya

Sujak                   : Iya

Ahmad Dahlan     : Kasarnya itu, mereka, tim kita ini (kurang jelas) bahwa pak Sujak lah yang  akan mengelola ini (suara tuuut, mungkin dipotong)

Sujak                   : Sudah ada pak angka-angkanya pak(terpotong)

Sujak                   : Saya kan tim Sukses,

Ahmad Dahlan     : mmm (bergumam)

Sujak                   : saya kan juga punya telinga yang akan menyampaikan ke bapak.(terpotong)

Ahmad Dahlan     : jadi gini, apa yang kita putuskan ini, itu musyawarah.(terpotong)

Ahmad Dahlan     : Kita rekayasalah,. rekayasalah sedemikian rupa sehingga ini menang(terpotong)

Ahmad Dahlan     : Kita ini disatu pihak lah,

Sujak                   : YaAhmad Dahlan     : pak Sujak, pak (kurang jelas)(terpotong)

Ahmad Dahlan     : Saya ga’ pernah ragu-ragu mutuskan, soalnya kalau saya bilang memang begitu           , ayo!!(terpotong)

Sujak                   : Apa perlu pungli saya pungut tuhAhmad

Dahlan                 : (tertawa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s