Dua Tahun Puluhan Murid SD di Indramayu Belajar Beratapkan Langit

Dua tahun sudah puluhan siswa SDN 1 Pranggong, Indramayu, Jawa Barat, belajar tanpa bangku. Mereka terpaksa belajar di halaman sekolah dengan duduk lesehan. Itu lantaran sekolah tersebut kekurangan kelas.

Para siswa terpaksa membungkuk kala menulis. Mereka hanya menggunakan plastik terpal sebagai alas duduk. Tak ada atap yang memayungi. Tubuh kecil mereka harus berjuang menahan hembusan angin dari persawahan. Tak jarang ayam pun turut menemani mereka belajar.

Menurut kepala sekolah, mereka tak punya ruang belajar yang cukup. Pihak sekolah pun berinisiatif menumpang belajar ke sebuah madrasah. Namun, lokasi madrasah itu sekitar 500 meter dari sekolah. Hal itu menyulitkan para siswa.

Pihak sekolah pernah mengajukan permintaan penambahan ruang kelas ke Dinas Pendidikan Indramayu. Namun, permintaan itu belum mendapat tanggapan. (Metrotvnews.com/OL-11)

One response to “Dua Tahun Puluhan Murid SD di Indramayu Belajar Beratapkan Langit

  1. Bukankah saat ini anggaran pendidikan melimpah ruah? Porsi untuk pendidikan di APBN besar, APBD Provinsi tinggi, APBD Kabupaten Indramayu sendiri lebih dari 30%.
    Sebagai orang yang pernah menangani perencanaan pendidikan di Kabupaten Tanah Datar, saya prihatin bahkan terlalu sedih bisa mengungkapkan. Bukan membandingkan semangka dengan mentimun, tetapi saya terhenyak ketika melihat SD di tengah kota temboknya hilang separo, langit-langit tak berbentuk dan ruang kelas yang sama sekali tak layak untuk proses belajar-mengajar. Padahal sudah memasuki Abad ke-XXI lho.
    Ketika tugas di Cantigi tahun 2004, saya adalah saksi adanya SD di depan Kantor Camat yang roboh tanpa tersentuh anggaran selama 2 tahun. Belum lagi beberapa ruang kelas SD bertembok goa, berlubang besar.
    Sebelum itu, saya pun sedih ketika melihat SD Kedungjati almamater kami bangunannya sudah miring. Sangat teriris ketika tak lama kemudian kabar datang memberitakan sekolah di tengah sawah itu roboh.
    Kalau dipikir-pikir, saya cukup beruntung bersekolah di SD hampir 30-an tahun lalu. Di gedung berdinding pagar dengan ventilasi ram kawat tetapi sangat kuat. Masih bayar SPP, juga iuran BP3 serta pungutan/patungan untuk kebutuhan tertentu yang dikoordinir para guru tercinta yang masih belum tersentuh konsumerisme.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s