Dapat Anggaran Besar, Lima Kementerian Harus Diawasi

Indonesia Budget Center (IBC) meminta publik ikut melakukan pengawasan terhadap kementerian-kementerian dengan anggaran yang besar.

Koordinator Advokasi Anggaran IBC, Roy Salam, Senin (6/12), mengatakan, hal ini perlu dilakukan untuk meminamilisir dugaan tindak pidana korupsi.

“Sekarang sudah ada UU Keterbukaan Informasi Publik yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi terkait dengan anggaran di setiap instansi negara. Pengawasan dari publik sangat penting untuk mengurangi praktik korupsi,” ujar Roy.

IBC melihat sedikitnya ada lima kementerian yang perlu mendapatkan pengawasan lebih ketat. Mereka adalah Kementerian Pekerjaan Umum yang mendapatkan alokasi anggaran dari APBN 2011 sebesar Rp56,5 triliun, Kementerian Kesehatan dengan Rp26,2 triliun, Kementerian Pendidikan Nasional yang mendapat lebih dari Rp50,3 triliun, Kementerian Agama yang juga mendapat lebih dari Rp32 triliun, Kementerian Kehutanan sekitar Rp3,49 triliun dan Kementerian Dalam Negeri Rp13,3 triliun.

Menurut Roy, lima lembaga tersebut mendapatkan alokasi APBN dalam jumlah besar. Oleh karena itu, perlu ada pengawasan yang lebih lagi dalam efektivitas penggunaan anggaran.

Roy menegaskan yang perlu diawasi adalah sisi penerimaan maupun pembelanjaan masing-masing lembaga tersebut.

Ditambahkan Roy, saat ini lembaga pengawasan yang ada sangat tidak bisa diharapkan. Ia pun menegaskan KPK harus turun tangan juga dalam melakukan pengawasan.

“Pengawasan dari Inspektorat Jenderal maupun Badan Pengawas Daerah tidak terlampau efektif untuk mencegah praktik korupsi. Yang penting adalah penegakan hukum oleh kepolisian, kejaksaan terutama adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga negara harus lebih bersikap transparan terkait dengan anggaran, sehingga publik dapat melakukan pengawasan,” tegasnya. (OL-3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s