Pertamina upayakan percepat audit laporan keuangan

PT Pertamina (Persero) targetkan laporan keuangan perseroan teraudit 2009 pada akhir tahun ini dan laporan keuangan teraudit 2010 selesai maksimal pada April 2011.

VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan laporan keuangan teraudit tersebut perlu diselesaikan secepatnya karena merupakan salah satu syarat rencana perseroan untuk menjadi perusahaan publik nonlisted (Non Listed Public Company/NLPC) dan juga menerbitkan surat utang (obligasi).

Menurut dia, laporan audited 2009 sedang finalisasi dan diharapkan selesai akhir bulan ini. “Kalau audited 2010 kami harapkan bisa selesai per Maret 2011 atau April 2011. Kalau laporan keuangan audit selesai, kan bisa menjadi gambaran bagi debitur [investor], sehingga ada referensi dan bisa meyakinkan mereka,” ujarnya hari ini.

Harun mengatakan perseroan saat ini masih berencana untuk mengubah status perseroan menjadi NLPC sebelum melakukan obligasi.

“Yang utama kami akan selesaikan dulu NLPC. Tapi sebelumnya kami selesaikan dulu audit reported 2011. Karena untuk NLPC kan harus ada laporan keuangan 3 tahun berturut-turut dan harus untung. Kalau NLPC bisa lebih cepat, baru kami akan obligasi,” jelasnya.

Terkait dengan ucapan Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang menilai pembentukan NLPC Pertamina sulit terealisasi pada 2011 karena menunggu Peraturan Pemerintah, Harun mengatakan tidak menutup kemungkinan obligasi dilakukan lebih dulu tergantung pada kebutuhan perseroan.

“PP juga harus ditunggu. Kalau tidak bisa diselesaikan disitu [NLPC lebih lama], mungkin bisa keluarkan obligasi dulu. Ya, itu tergantung kepada kebutuhan korporasi. Tapi langkah utama kami NLPC dulu,” tegasnya.

Untuk jumlah obligasi yang akan diterbitkan BUMN minyak dan gas tersebut kemungkinan akan dikaji kembali dan disesuaikan dengan target dan kebutuhan perseroan di masa yang akan datang. “Untuk jumlah tentu akan ada penyesuaian, karena adanya perubahan target-target,” kata dia.

Berdasarkan catatan Bisnis, perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai US$1,5 miliar yang akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan. Untuk melaksanakan rencana itu, perseroan menunjuk tiga perusahaan sekuritas yaitu Citi, HSBC, Credit Suisse. Obligasi tersebut rencananya bertenor 7 hingga 10 tahun.

Rencana penerbitan obligasi ini awalnya diharapkan dapat terealisasi pada semester I/2010, namun akhirnya mundur hingga September 2010, tetapi akhirnya tidak dapat terlaksana pada tahun ini. (05)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s