Bupati Karanganyar tidak Setuju Impor Beras

KARANGANYAR–MICOM: Bupati Karanganyar Rina Iriani SR mengimbau pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan impor beras. Soalnya, ini akan berdampak merugikan petani. Apalagi, stok beras dalam negeri sebenarnya cukup.

“Untuk Karanganyar saja, tahun ini meskipun ada hama wereng, produksi beras masih mencapai 190 ribu ton dan surplus sekitar 80 ribu ton,” kata Bupati di sela-sela pembukaan evaluasi pendampingan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (SL PTT) di Karangpandan, Karanganyar, Senin (6/12).

Imbauan itu bukan berarti pihaknya menentang kebijakan pemerintah pusat, melainkan karena kondisi sebenarnya di lapangan. “Semestinya sebelum menetapkan impor beras para bupati yang daerahnya menjadi lumbung pangan diundang untuk memaparkan masalah pangan dan apabila dirasa kurang baru dilakukan impor beras,” katanya.

Untuk sementara ini yang surplus beras bukan hanya Karanganyar. Daerah lain di Jawa Tengah juga banyak yang surplus. Di daerah eks Keresidenan Surakarta hampir semuanya surplus beras.

Untuk meningkatkan produksi pangan, menurut dia, hendaknya tidak hanya difokuskan pada padi dan ketela pohon tetapi jagung dan kedelai juga harus ditangani. “Kami minta produksi jagung dan kedelai juga ditingkatkan karena komoditas tersebut juga mempunyai nilai jual tinggi,” katanya. (Ant/OL-5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s