1.000 Tenaga Kesehatan Nganggur

Sebanyak 1.000 orang tenaga kesehatan terdiri dari tenaga kerja sukarela (TKS), pegawai tidak tetap (PTT) dan honor daerah seperti bidan desa, dokter umum dan tenaga administrasi lainnya terancam menganggur. Bulan Desember ini keberadaan mereka akan dievaluasi seiring habisnya APBD 2010.

Alasan pemangkasan karena jumlah tenaga kesehatan tidak rasional dan menumpuk di suatu daerah. Selain itu memberatkan anggaran belanja daerah karena pemda harus membayar honor mereka.

Kadinkes OI H Kosasi, Kamis (2/12) mengatakan, tenaga honor dan TKS termasuk PTT di Dinkes OI mencapai 1.220 orang terdiri dari honor PTT baik bidan maupun dokter umum mencapai 160 orang. Tenaga Honda 760 orang ditambah TKS dan magang sebanyak 300 orang.

“Mulai tahun 2011 ini, dari 1.220 tenaga medis dan non medis di Dinkes OI akan diseleksi. Sebanyak 220 orang akan diangkat menjadi tenaga honor dan siap bertugas di tempat yang ditentukan,” tegas Kosasi.

Saat ini para tenaga kesehatan yang ada tersebar di 24 Puskesmas, 20 Pustu dan 241 Puskesdes. Masing-masing mendapat honor Rp 600 ribu sebulan untuk bidan desa PTT, Rp 1,5 juta untuk dokter PTT dan Rp 200 ribu bagi bidan honda. Sedangkan untuk TKS digaji oleh SKPD mereka masing-masing.

“Dengan jumlah tenaga sebanyak itu maka Dinkes OI harus mengeluarkan dana belanja rutin sebesar Rp 3 miliar,” jelas Kosasi. (trs)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s