DAU Naik Rp 200 Miliar

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal menaikkan jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)nya pada 2011 mendatang. Kenaikan ini bukan tanpa sebab.

Satu aspek diantaranya adalah adanya penerimaan dana dari pemerintah pusat yang akan masuk ke dalam kas Pemko Peknabaru bakal naik tahun ini.Ini pula yang membuat estimasi Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Pekanbaru tahun depan lebih besar bila dibandingkan dengan tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pekanbaru, Asdalius pada Tribun, akhir pekan lalu mengatakan peningkatan penerimaan dari pusat tersebut seperti Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun ia enggan merinci kenaikan tersebut secara detail.

“Dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan) yang sudah disetujui, penerimaan dari pusat untuk kita (Pekanbaru) memang akan meningkat bila dibandingkan dengan sebelumnya. Ini yang menyebabkan diperkirakan APBD 2011 meningkat bila dibandingkan dengan tahun ini,” kata Asdalius.

Seperti yang diketahui, dalam Kebijakan Umum Anggaran Plapon Perencanaan Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2011 Pekanbaru yang telah diserahkan ke dewan, tertera RAPBD Pekanbaru tahun depan sebesar Rp. 1,48 Triliun. Sedangkan tahun ini saja, APBD murni Pekanbaru sebesar Rp 1,273 triliun.

Asdalius mengatakan meningkatnya penerimaan dana dari pusat tersebut terlihat dari penerimaan DAU, misalnya. Tahun lalu, terangnya, jumlah DAU yang diperoleh Pemko Pekanbaru berkisar Rp 200 miliar lebih sedangkan tahun 2010 yang akan dipergunakan dalam APBD 2011 jumlahnya naik menjadi Rp 400 miliar.

“Itu sudah ditetapkan dalam PMK,” katanya. DAU ini merupakan dana yang digelontorkan oleh Pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang alokasinya untuk kegiatan umum.Sedangakn DBH sendiri belum diketahui berapa jumlah yang akan diterima tahun ini.

Namun Asdalius memastikan, penerimaan dari DBH ini akan meningkat bila dibandingkan dengan penerimaan sebelumnya. “Kalau untuk DBH memang akan ada peningkatan. Namun hingga kini angka pastinya belum kita tau. Nanti akan dihitung,” ujarnya.

DAK sendiri juga belum diketahui besaran yang akan diterima. Apakah akan meningkat atau menurun belum diketahui sama sekali. “Kalau DAK belum kita ketahui,” ujarnya. DAK ini sendiri merupakan dana yang digelontorkan pemerintah pusat melalui kementerian yang disalurkan untuk bidang – bidang tertentu saja. Bidang pendidikan, misalnya.

Penggunaannya sesuai dengan yang diperuntukkan dan tidak boleh ke bidang lainnya.Pendapatan asli Daerah (PAD) Pekanbaru sendiri per November, realisasinya masih sebesar  74,12 persen atau Rp. 154, 221 miliar lebih.

pendapatan PAD ini tidak sesuai dengan yang telah ditargetkan Pmeko Pekanbaru dimana pada waktu yang sama, targetnya PAD sudah harus tercapai sebesar 91,67 persen atau Rp 190,74 miliar lebih.

Diakui Asdalius, penerimaan dari pusat yang berasal dari tiga item tersebut yakni DBH, DAU dan DAK merupakan jumlah yang paling besar dalam APBD Pekanbaru. Pendapatan dari PAD tidak terlalu besar.

“Kita akui itu bahwa penerimana dari pusat yang paling besar dalam RAPBD ini. Tapi jumlah pastinya belum kita terima. Sedang dilakukan penghitungan di pusat,” ujarnya. (pis)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s