Status RSUD Badung Turun Jadi Puskesmas

DENPASAR–MI: Diturunkannya status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Badung, Bali, oleh Pemerintah Pusat dari golongan C ke D (sekelas Puskesmas yang memiliki ruang rawat inap), memantik kekecewaan dari anggora DPRD Bali.

Anggota DPRD Bali Wayan Disel Astawa langsung menyoroti keras penurunan status tersebut karena penurunan status terjadi di tengah pembangunan megah Pusat Pemerintahan (puspem) yang menghabiskan dana sebesar Rp346, 2 miliar di wilayah itu.

“Badung dengan PAD yang tinggi mampu membangun puspem yang sangat megah. Sementara, RSUD Badung koq malah ditelantarkan hingga statusnya turun seperti itu. Padahal yang seharusnya diprioritaskan itu adalah revitalisasi RSUD demi kepentingan masyarakat banyak,” katanya, Kamis (25/11).

Apalagi, dia melanjutkan, saat ini dana pinjaman Badung melalui kredit sindikasi BPD Bali senilai Rp250 miliar sudah mendekati lunas. Menurut dia, sebaiknya Badung berani mengajukan kembali pinjaman untuk mengurus RSUD Badung.

“Semestinya harus berani mengambil utang kalau dana APBD tidak mencukupi untuk membangun infrastruktur, membeli peralatan medik dan lainnya. Komitmen bupati waktu kampanye untuk meningkatkan bidang pendidikan dan kesehatan, justru kenapa sekarang cuek dengan janji-janji tersebut,” ujarnya.

Senada dengan Disel, anggota DPRD lainnya, Ida Bagus Birawa, menyayangkan penurunan status rumah sakit milik Badung tersebut. Ia meminta agar komitmen janji politik saat kampanye dulu direalisasikan. “Pemerintah harus meralisasikan hal itu. Jangan abaikan janji-janji bupati waktu kampanye dulu,” tegasnya.

Sementara itu, politisi lainnya, Nyoman Laka, meminta agar Badung mau bekerja keras untuk mendapat kembali golongan yagn sudah terlanjur diturunkan oleh Pusat tersebut. Ia meminta agar Badung mau memperbaiki secara keseluruhan RSUD Badung, mulai dari infrastruktur hingga manajemen.

“Pendapatan badung itu kan tinggi. Membuat puspem sebesar itu mampu, mengapa sampai RSUD yang notabene pelayanan publik yang vital bisa diturunkan tatusnya dari C ke D. mestinya dana ini diprioritaskan untuk kesejahteraan dalam hal ini kesehatan. Pemkab jangan baru kaget setelah diturunkan statusnya oleh Pusat,” demikian Laka.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Sutedja mengatakan, penurunan status sebuah rumah sakit bukanlah hal yang baru.
“Penurunan status tersebut hendaknya menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki infrastruktur serta SDM. Bila hal tersebut dilakukan, suatu saat status tersebut akan dinaikkan kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya.

Saat ini seluruh RSUD yang ada di Bali sudah berusaha untuk meningkatkan pelayanan dan SDM sehingga statusnya bisa lebih
ditingkatkan. Selain itu, Pemnprov Bali juga akan membangun rumah sakit kelas dunia yang akan dikelolah oleh pemprov.
Pembangunan akan dilakukan pada awal tahun 2011. Namun Pemprov Bali hanya akan membangun secara fisik dan menyiapkan tenaga medisnya. Sedangkan semua sarana pendukung lainnya akan disubsidi pemerintah pusat. (OL-3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s