Korupsi, Ibarat Tandon Air di Rumah

Pengamat perilaku korupsi Budi Setiyono, Rabu (24/11/2010) sore menyatakan, sulitnya memberantas tindak korupsi di Indonesia, jangan-jangan praktik korupsi bagian dari perilaku masyarakat menghadapi ketidak-pastian kinerja pemerintahan. Itu sama halnya, memperhatikan kebiasaan masyarakat yang selalu menyediakan tandon air di rumah masing-masing.

“Setiap orang yang memiliki rumah selalu membuat tandon air, padahal air itu sebenarnya melimpah sebagai bagian kekayaan kita. Orang yang belum membuat tandon air, pasti cita-citanya kalau sudah punya uang akan membuat tandon air di rumahnya,” kata Budi Setiyono yang juga dosen Fisip Universitas Diponegoro Semarang pada diskusi Peran masyarakat Sipil dalam pemberantasan Korupsi di Kantor Pengurus Wilayah nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Jalan Dr Cipto Semarang.

Budi Setiyono menyatakan, perilaku masyarakat membuat tandon di rumah membuktikan bahwa pelayanan publik di Indonesia serba tidak pasti. Tandon itu tempat menampung air.

Kondisi ini membuktikan kalau layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum di daerah mana pun, tidak pernah pasti kapan mengalir dan kapan aliran airnya bisa dinikmati selama 24 jam.

Contoh kecil soal tandon air itu, sama halnya untuk mengambarkan bahwa kinerja pemerintah tidak pernah memberikan kepastian atas hak-hak masyarakat meskipun masyarakat telah membayar pajak dan memenuhi kewajibannya sebagai warga negara yang baik dan tidak melanggar hukum.

Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto mengakui, gerakan anti korupsi yang diperjuangkan oleh lembaga-lembaga dan gerakan masyarakat sipil anti korupsi belakangan hanya memunculkan ketenaran pelaki-pelakunya saja.

Sedangkan proses pemberantasan korupsi itu sendiri tidak berkurang malah merebak dimana-mana, baik oleh pelaku korupsi lama maupun pendatang baru.

“Kami khawatir, gerakan anti korupsi ini gerakan elitis, tidak membumi di masyarakat. Ini tantangan bagi kita semua bagaimana membumikan gerakan anti korupsi untuk membangun kepercayaan masyarakat supaya turut serta dalam keterlibatan menetang praktik korupsi,” ujar Eko Haryanto.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s