Pendaftaran CPNS Lingga Dibuka hingga Malam

Jumlah pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Lingga yang dibuka sejak tanggal 16 November lalu semakin ramai. Hingga Jumat (19/11) lalu, jumlah pelamar mencapai 287 orang. Pendaftar dibuka sampai malam hari atau menunggu kapal penumpang terakhir datang ke Daik.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Pemkab Lingga Syamsudi mengatakan, jumlah pelamar semakin ramai menjelang ditutup tanggal 30 November. Jumlah pelamar hingga 19 November sebanyak 287 orang. Perinciannya, pelamar guru 142 orang, tenaga teknis 85 orang, dan tenaga medis 70 orang. Data pelamar hari ini masih direkap.

”Kita tunggu buka pendaftaran sampai malam hari menunggu pelamar datang pakai kapal penumpang terakhir,” kata Syamsudi, Senin (22/11) kemarin.

Kata Syamsudi, Pemkab Lingga menerapkan lamaran langsung diantar ke Daik Lingga. Tujuannya agar pelamar tahu dan mengenal langsung daerah tempatnya dilamar. ”Hanya orang yang serius melamar saja yang datang. Kita juga langsung mengecek berkas lamarannya,” ujarnya.

Pemkab Lingga membuka lowongan CPNS sebanyak 258 untuk 3 formasi dengan rincian Tenaga Guru 116 orang, Tenaga Kesehatan 65 orang dan Tenaga Teknis 77 sebanyak orang.

Antisipasi KTP Ganda

Sementara itu Komisi I DPRD Lingga meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lingga mengantisipasi adanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda. Pendatang yang ingin mengurus KTP Lingga, harus dipastikan tak lagi mengantongi KTP daerah asal.

Rombongan Komisi I DPRD Lingga yang dipimpin Rudi Purwonugroho mendatangi Kantor Disduk Capil Lingga untuk memantau aktivitas penerbitan dan legalisir KTP dalam masa penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Lingga yang berlangsung saat ini.

Meski pendaftaran CPNS memakai KTP nasional, namun penerimaan CPNS kali ini ada lonjakan warga yang mengurus KTP. Termasuk juga pendatang yang mengajukan permohonan KTP Lingga.

”Ada lonjakan. Tapi setinggi saat penerimaan pegawai tidak tetap (PTT) Pemkab Lingga bulan Juni lalu. Kita pantau dalam mengantisipasi KTP ganda. Pendatang mengantongi KTP daerah asal dan KTP Lingga. Disduk Capil jangan sembarangan menerbitkan KTP,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Lingga M Nizar di sela-sela kunjungan.

Kata Nizar, penerbitan KTP yang asal-asal akan mempengaruhi database kependudukan Lingga. Kondisi ini juga berpengaruh pada jumlah pemilih dalam pemilu ke depan.

”Kita tak membatasi jumlah pendatang. Tapi bagi yang berdomisili di Lingga, urus KTP Lingga dan tinggalkan KTP daerah asal. Tak boleh ada KTP ganda,” ujarnya.

Anggota Komisi I Jimmy AT juga merespon positif kebijakan Disduk Capil Lingga yang menempatkan stafnya di Daik Lingga untuk mempermudah warga untuk melegalisir KTP. Staf Disduk Capil Lingga ditempatkan di dekat panitia penerimaan CPNS Pemkab Lingga.

”Jadi warga dari Lingga, Senayang atau daerah lain tak perlu jauh-jauh datang ke Dabo untuk mengurus legalisir KTP,” kata Jimmy.

Ketua Komisi I Rudi Purwonugroho mengatakan, pihaknya akan terus memantau dan mengecek penerbitan KTP Lingga agar tidak terjadi ganda.

”Kita tadi sempat mengambil sampel dua warga yang mengurus KTP baru. Kebetulan keduanya dari Senayang dan Dabo,” kata Rudi. (dea)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s