Pedagang Kecil Indramayu Protes Maraknya Mini Market

Keberadaan mini market modern semakin menjamur di desa-desa terpencil di Kabupaten Indramayu. Karenanya, kondisi itupun mengundang reaksi protes dari para pedagang tradisional skala kecil dan menengah. Protes itu ditunjukkan melalui aksi unjuk rasa puluhan pedagang yang tergabung dalam Pedagang Pribumi Tradisional dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Rabu (24/11) sekitar pukul 10.30 WIB. Selain beraksi di halaman gedung DPRD Kabupaten Indramayu, mereka juga melakukan hal serupa di depan kantor bupati Indramayu.

Saat tiba di halaman gedung wakil rakyat, massa langsung berorasi. Dalam orasinya, mereka mengecam dengan keras keberadaan mini market modern yang telah menjangkau wilayah perdesaan. ‘’Keberadaan mini market sangat merugikan nasib para pedagang kecil,’’ ujar korlap demo, Hamzah.

Hamzah mengungkapkan, mini market modern saat ini sangat mudah dijumpai di setiap desa dan kecamatan. Karena itu, masyarakat yang selama ini biasa bertransaksi jual beli dengan pedagang tradisional, akhirnya beralih ke mini market.

Akibatnya, lanjut Hamzah, para pedagang tradisional skala kecil mengalami penurunan omset dagang secara dramatis. Apalagi, para pedagang tradisional pun tak bisa menandingi kenyamanan tempat seperti yang ditawarkan pemilik mini market. ‘’Kalau terus seperti ini, maka pedagang kecil akan gulung tikar,’’ tuturnya.

Menurut Hamzah, sudah seharusnya pemerintah daerah memberikan perlindungan kepada para pedagang kecil. Apalagi, para pedagang itu selama ini menjadi penggerak roda ekonomi kerakyatan di desa-desa.

Hamzah mengungkapkan, pemerintah daerah harus segera membatasi perizinan pendirian mini market. Dengan demikian, mini market yang dimiliki para pemodal besar tidak semakin menjamur di tengah masyarakat. ‘’Pemerintah harus menerbitkan perda yang mengatur pembatasan mini market,’’ tegas Hamzah.

Tak hanya itu, Hamzah pun meminta agar segala bentuk intimidasi kepada pedagang kecil segera dihentikan. Hal tersebut salah satunya dilakukan dengan menghentikan penggusuran terhadap pedagang pasar tradisional.

One response to “Pedagang Kecil Indramayu Protes Maraknya Mini Market

  1. tetap semangat sahabat… jangan biarkan api spiritmu redup ditelan gelombang oknum bejat

    tapi benarkah bahwa perjuangan untuk yang tertindas adalah misi profetik, bukan kah penindasan baru yang muncul…?
    saya rasa sabda Pram bahwa “mereka haroes diperdjuangkan” itu hanya cerita besar (grand naration) yang jauh dari harapan.

    meledaknya pasar modern di pelosok pedesaan sebenarnya bukan hal baru, itu masalah klasik. hanya saja ada reaksi, setelah dampak itu sampai pada kita. kita jarang atau sulit membuat langkah preventif untuk meminimalisir sisi lain dari neoloberalisme, seperti pasar bebas.

    ada hal lain lgi yang belum tersentuh oleh kawan-kawan indramayu, yaitu praktek konsumsi. jika marxisme menitik beratkan pada produksi, maka hari ini lebih kepada konsumsi. Dalam masyarakat industri (modern) pemenuhan kebutuhan untuk bertahan hidup atau prioritas utamanya pada kebutuhan pokok, primer. sementara masyarakat sekarang lebih ke kebutuhan tersier, bahkan batasan antara yang pokok, sekunder dan tambahan sangat bias, tapi semuanya mengarah ke kepuasan. masyarakat sudah menderita penyakit skizofrenia, pemenuhan kepuasan yang tak berujung.

    saya rasa ini PR besar kita bersama…. saya tunggu sahabat, karena saya pikir bukan hanya dalam ekonomi, budaya dan politik pun demikian, seperti praktik deviatif, KKN misalnya.
    gondes_mn@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s