Sektor Pertanian Dialokasikan Rp 107,8 M

SAMARINDA – Anggaran sektor pertanian dalam arti luas dialokasikan di RAPBD 2011 sebesar Rp107,8 miliar. Total anggaran tersebut dinilai sangat minim karena untuk lima instansi terkait, yakni Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Kehutanan, Perkebunan, Kelautan dan Peternakan. Hal ini juga dianggap bertolak belakang dengan program Pemprov Kaltim dengan slogan Kaltim Hijau (Kaltim Green).

Ini dikatakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kaltim Syaparudin usai mengikuti rapat pembahasan finalisasi anggaran antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di lantai 6 DPRD Kaltim, Senin (22/11). “Total Rp107,8 miliar, belum termasuk subsidi ke kabupaten/kota. Itu hanya untuk dinas-dinas terkait dengan program pertanian dalam arti luas,” ucap Syaparudin, yang dihubungi Tribun melalui telepon genggamnya, Senin (22/11).

Semestinya lanjut Syaparudin, program itu dapat menunjang dan membuka peluang usaha bagi masyarakat maupun warga setempat. Hanya saja beberapa anggota sempat kaget karena alokasi anggaran dana bansos minim. “Yang diprioritaskan hanya Balikpapan dan Samarinda. Sementara dari daerah Kukar, Kubar dan wilayah utara tidak bisa membatu konstituennya,” kata Syaparudin.

Sedangkan alokasi untuk program perbaharuan dan perbaikan tata ruang yang sudah rusak akibat penambangan batubara dan penebangan hutan, tidak sebanding dengan kerusakan alam yang ada. “Jangan hanya kampanye saja Kaltim Hijau, tapi mana bukti bahwa Kaltim menggunakan anggaran itu untuk melestarikan sumber daya alamnya,” ucap Syaparudin.

Ia menyebutkan, untuk anggaran Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan hanya Rp21.877.438.000, Dinas Perkebunan Rp10.467.956.000, Dinas Peternakan Rp11.263.318.000, Dinas Kehutanan Rp48.761.216.000 dan Dinas Kelautan dan Perikanan Rp15.434.037.000 terbilang sangat minim. “Itu katanya belum termasuk dengan subsidi ke kabupaten/kota,” kata Syaparudin.

Menurut dia, Pemprov Kaltim lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk program pembangunan infrastruktur yang mencapai 34 persen dari total APBD Kaltim Rp6,2 triliun. “Gimana mau membagikan ke sektor lain, anggarannya saja banyak digunakan untuk proyek infrastruktur,” sindir Syaparudin.

Sementara Ketua Bappeda Kaltim Rusmadi membenarkan untuk jatah anggaran RAPBD Kaltim sekitar Rp 6,2 triliun banyak dialokasikan untuk program pembangunan. “Karena, pemerintah dan DPRD sudah sepakat menetapkan lima proyek multiyears. Dan kalau sudah multiyears harus dianggarkan, tidak boleh tidak,” ucapnya usai menghadiri diskusi APBD Kaltim Pro Rakyat atau Pro Elite, Sabtu (20/11).(bud)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s