Tenaga Ahli di Pemprov Kepri Masih Kurang

TANJUNGPINANG – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis menilai keberadaan tenaga ahli di lingkungan Pemprov Kepri sangat minim. Tidak hanya di Pemprov, kondisi serupa juga terjadi di lingkup pemerintahan di kota dan kabupaten se-Kepri. Menurut Harry, minimnya tenaga ahli dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) para pegawai di pemerintahan yang masih kurang. Sebagai contoh, tamatan S-3 atau setingkat dengan gelar ‘Doktor’ di Pemprov Kepri masih terbatas.
“Tamatan S-3 bisa dihitung dengan jari, padahal mereka ini adalah tenaga ahli yang dapat diberdayakan untuk membantu meringankan beban kinerja pemerintah daerah,” kata Harry, Minggu (21/11) di Tanjungpinang.

Kata Harry, kebanyakan proyek perencanaan yang ada di lingkungan Pemprov Kepri dengan nilai anggaran sebesar Rp5 miliyar sampai Rp10 miliyar masih menggunakan tenaga ahli yang berasal dari luar. Padahal, bila Pemprov Kepri memiliki tenaga ahli di bidangnya yang sudah mendapat gelar S-3, maka hal itu bisa diberdayakan dan secara otomatis dan sudah pasti menghemat anggaran daerah.

“Dari pada kita membayar konsultan untuk satu proyek yang bernilai Rp5 miliyar sampai Rp10 miliyar, lebih baik kita berdayakan tenaga ahli tamatan S-3 yang berasal dari pegawai di lingkup Pemprov Kepri,” katanya.

Menurutnya, untuk mencetak tamatan S-3 tidak perlu sampai mengeluarkan biaya yang besar. Cukup dari APBD Kepri saja bisa dialokasikan untuk menyekolahkan para pegawai lulusan S-2 ke S-3. Harry mengasumsikan, bila satu orang pegawai yang disekolahkan S-3 ke luar negeri untuk satu tahun biaya yang dikeluarkan Rp200 juta. Kalau sampai lima tahun, maka mencapai Rp1 miliyar.

Artinya, kata dia, setiap satu orang pegawai yang disekolahkan sampai S-3 memerlukan biaya sebesar Rp1 miliyar sampai dengan tamat.

“Bila APBD yang kita miliki saat ini sebesar Rp1,93 trilun, maka tidak salah dari jumlah tersebut dialokasikan sebesar Rp5 miliyar untuk menyekolahkan 5 orang pegawai
untuk mendapatkan gelar Doktor,” kata politisi Partai Golkar ini.

Untuk itu, Harry berharap kepada Gubernur Kepri agar dapat memikirkan masalah ini demi majunya pembangunan di Provinsi Kepri yang akan datang. Jika program ini dapat dijalankan, kata Harry, maka untuk lima tahun ke depan, Pemprov Kepri akan memiliki tenaga ahli khusus misalnya di bidang keuangan, infrasruktur dan lain sebagainya yang bisa memberi sumbangsih besar terhadap proses pembangunan di daerah ini. (hk/rz)

2 responses to “Tenaga Ahli di Pemprov Kepri Masih Kurang

  1. Saya belum melihat apakah Gubernur Kepulauan Riau periode ini menaruh perhatian yang sungguh untuk membangun Kepri agar menjadi lebih baik, adapun fakta yang muncul dalam penempatan pejabat setingkat kepala dinas lebih kepada faktor kedekatan dan tidak berdasarkan profesionalitas yang mumpuni, dan dapat diandalkan untuk mengelola potensi sumber daya alam Kepri secara optimal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s