SDA Natuna Kaya Raya tapi Masyarakat Miskin

NATUNA sebagai kabupaten dengan potensi SDA paling kaya di Indonesia tetapi kehidupan masyarakat masih miskin. Apalagi sekarang pendapatan asli daerah (APBD) masih tergantung dari dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas.

Jika kondisi demikian tidak segera dibarengi dengan langkah-langkah strategis, termasuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan maka Natuna akan makin tertinggal. Dulu sebelum Anambas mekar dari Natuna, APBD Natuna masih Rp 1,9 triliun paling tinggi di provinsi Kepulauan Riau.

“Wilayah perbatasan di ujung utara Indonesia ini bila tidak segera mengambil langkah strategis meningkatkan PAD maka Natuna bakal makin terpuruk,” kata Syafrizal Sofyan (43) tokoh pemuda Natuna di Ranai.

Ketika APBD mencapai Rp 1,9 triliun ternyata para stakeholder Natuna belum mampu memanfaatkan dana sebesar itu untuk membangkitkan ekonomi masyarakat Natuna.

“Apakah stakeholder saat ini mampu membangkitkan kembali gelora pertumbuhan rill sebagaimana yang diharapkan masyarakat? Kita kuatir kejayaan itu tinggal kenangan dan Natuna bisa menjadi daerah termiskin,” papar dia.

Tahun 2010 ini APBD Natuna hanya Rp 843 miliar yang terdiri dari PAD Rp 14,3 miliar dan pendapatan daerah yang lain yang sah Rp 17 Miliar. Untuk belanja sebesar Rp 482 miliar dan belanja tidak langsung sebesar Rp 361 miliar.

Selanjutnya, untuk Dana Perimbangan pada tahun 2010 sebesar Rp 547 miliar dan alokasi anggaran pembiayaan daerah yang didapatkan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) APBD 2009 sebesar Rp 274 miliar serta Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 24 Miliar.

“Hingga detik ini masih banyak masyarakat yang belum merasakan megah dan mewahnya dana APBD yang digadang-gadang menembus Rp 1 triliun pada 2 tahun belakangan yang berhubungan langsung dengan pembangunan rill ekonomi rakyat,” tambahnya.

Untuk mewujudkan misi Natuna Mas 2020 harus diwujudkan dengan pembangunan SDM dengan memanfaatkan SDA Natuna yang melimpah di berbagai sektor. (editor widodo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s