9.400 Warga akan Ditanggung Jamkesda

PEKANBARU-Sebanyak 9.400 warga Pekanbaru pada tahun 2011 mendatang akan ditanggung pelayanan kesehatannya melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Saat ini mulai dilakukan pendataan siapa yang berhak mendapatkan Jamkesda itu.

Program pelayanan kesehatan masyarakat kurang mampu ini untuk seluruh Riau ditargetkan sebanyak 192.000 warga, termasuk 9.400 kuota Pekanbaru. Sedangkan dari jumlah keseluruhan warga yang ditanggung itu sebanyak 87.323 orang masuk dalam program Jamkesmas yang dananya dari pemerintah pusat. “Saat ini kita tengah melakukan sosialisasi dan pendataan untuk calon peserta Jamkesda yang diterapkan 2011 mendatang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pekanbaru, Dahril Darwis, Senin (15/11).

Dijelaskan Dahril, warga yang mendapat kartu Jamkesda ataupun Jamkesmas ini pelayanan kesehatannya untuk standar kelas III di rumah sakit. Hanya saja, Dahril belum bisa menyebutkan berapa besar batas biaya yang ditanggung melalui pelayanan kesehatan Jamkesda atau Jamkesmas ini. “Namun intinya orang yang masuk kriteria miskin yang mendapat Jamkesda itu biaya pengobatan gratis,” katanya.
Kriteri warga yang mendapat Jamkesda itu sesuai dengan data ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS). Melalui data BPS itu, terdapat 14 kriteria yang disebut orang miskin yang bakal mendapat jamkesmas itu, antara lain, rumah berlantai tanah, tidak ada televisi dan lainnya. Kriteria seperti itu diakui Dahril agak sulit didapatkan di kota ini.

Namun demikian, tentu perlu penyesuaian, maka dalam pendataan ini Diskes melibatkan RT/RW, kelurahan dan kecamatan. Prosedur untuk mendapatkan Jamkesda ini, yakni data disampaikan RT/RW ke Dinas Kesehatan, dan kemudian diolah dan diserahkan ke Askes untuk diproses pembuatan kartu Jamkesda.
Khusus untuk pelayanan kesehatan ini, surat keterangan miskin (SKM) tidak berlaku karena diganti dengan kartu Jamkesda. Maka kalau ada orang miskin yang sakit namun tidak mengantongi kartu Jamkesda, maka kartu keterangan miskin tidak berlaku. “Rumah sakit akan melayani warga misikin yang berobat gratis kalau ada kartu Jamkesda, artinya pasien itu terdaftar,” tukasnya.

Belum Tentu

Sementara itu, tanggapan warga terkait Jamkesda ini beragam, ada yang pesimis dengan mengatakan belum tentu Jamkesda akan menanggung semua perawatan di rumah sakit, apalagi misalnya peserta atau pasien penyakit berbahaya yang butuh operasi dan sebagainya. “Kalau hanya sakit-sakit ringan yang ditanggung, bisa mencarikan biayanya, yang susah itu sakit berat,” kata Destinawati (40) warga Sukajadi.
Warga lain juga menyatakan, selama ini dari berita-berita, ada juga pasien miskin yang katanya ditanggung pengobatan, tapi kurang mendapat pelayanan di rumah sakit. “Sejauh tidak sama persepsi antara program ini dengan pihak rumah sakit tentang fasilitas kesehatan diberikan ke masyarakat miskin, maka program itu tidak akan bisa dinikmati,” ujar Sadri, H (45) salah seorang buruh bangunan, warga Sidomulyo.(hk/lah)

2 responses to “9.400 Warga akan Ditanggung Jamkesda

  1. Apabila seorang pasien dirawat di RS tetapi saat itu Jamkesda dalam proses pengurusan, apakah biaya selama Jamkesda itu belum ada bisa di klaimkan oleh pasien ataukah jamkesda itu berlaku sejak tanggal dikeluarkan? apakah yang menjadi acuan / petunjuk teknis tentang penerapan jamkesda ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s