Setengah Hati Dukung Program Pemprop NTT

ATAMBUA, POS KUPANG.Com — Sesuai hasil evaluasi, dukungan pemerintah kabupaten/kota terhadap delapan agenda pembangunan dan empat  tekad Pemerintah Propinsi NTT, belum menggembirakan. Pemerintah kabupaten/kota masih “setengah hati” mendukung program dan tekad Pemprop NTT.

Untuk kontribusi belanja langsung terhadap empat tekad pemprop, dari 21 kabupaten/kota, dukungan dana APBD sebelum perubahan terhadap program jagung, yang terbesar adalah Kabupaten Belu dengan total anggaran Rp 1,62 miliar. Untuk program ternak sapi dukungan dana terbesar dari APBD Kabupaten Nagekeo senilai Rp 997 juta. Program cendana dukungan dana terbesar dari Kabupaten Manggarai dengan dana Rp 399 juta dan program koperasi, dukungan dana terbesar adalah APBD Manggarai Timur sebesar Rp 2,78 miliar.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menyampaikan hal ini ketika membuka rapat evaluasi akhir tahun pelaksanaan program/kegiatan APBD kabupaten/kota dan Forum TAPD Propinsi NTT dan Kabupaten/kota se-NTT tahun 2010, di Hotel King Star, Atambua, Kamis (11/11/2010) malam.

Kegiatan ini dihadiri para sekretaris daerah (sekda) kabupaten/kota se-NTT, kepala bagian pembangunan kabupaten/kota, kepala bappeda kabupaten/kota, dan undangan lainnya. Hadir pula Sekda NTT, Frans Salem, S.E, Wabup Belu, Taolin Ludovikus.

Gubernur Lebu Raya menjelaskan, rapat evaluasi pembangunan ini memiliki makna penting karena kabupaten/kota saling mengevaluasi sejauhmana tingkat penyerapan anggaran berbasis masyarakat. Rapat ini pun sebagai ajang untuk mengukur sejauh mana dukungan pemerintah kabupaten/kota terhadap pelaksanaan 8 agenda pembangunan dan 4 tekad Pemerintah Propinsi NTT.

Menurut Gubernur Lebu Raya, dari hasil evaluasi setengah tahunan membuktikan bahwa dukungan pemerintah kabupaten/kota melalui APBD untuk  agenda pembangunan dan tekad Pemprop NTT masih belum menggembirakan.

“Ini bisa dilihat dari persentase serapan dana untuk bidang pendidikan yang baru mencapai 14 persen, bidang kesehatan 12 persen, infrastruktur 27 persen, ekonomi 14 persen, lingkungan hidup 2 persen, perempuan dan anak 1 persen, hukum 25 persen,” katanya.

Kontribusi belanja langsung terhadap empat tekad Pemprop NTT, kata Gubernur Lebu Raya, juga belum signifikan.  “Untuk cendana misalnya, dukungan terbesar bukan dari TTS yang terkenal sebagai gudang cendana, tetapi dari Manggarai yang selama ini bukan penghasil cendana. Ini lah kondisi-kondisi yang kita hadapi sekarang. Kami tentu menghormati otonomi daerah dan kebijakan pembangunan sesuai rencana program daerah masing-masing. Tapi saya minta supaya sinkronisasi dan sinergitas antara kabupaten/kota untuk mendukung program pembangunan di propinsi ini harus jalan. Saya berharap evaluasi pembangunan yang diikuti para sekda harus bisa memperteguh komitmen dan untuk sehati sesuara membangun NTT,” ajak Lebu Raya.

Dia meminta para sekda kabupaten/kota untuk mengevaluasi program pembangunan secara jujur, terbuka dan transparan. Evaluasi ini akan menjadi bahan masukan untuk menentukan langkah ke depan.

“Memang perubahan regulasi tiap tahun terus terjadi. Tapi ajang evaluasi pembangunan ini menjadi tempat sharing pengalaman. Sukses di kabupaten/kota lainnya harus bisa jadi contoh. Jangan kita tutup-tutupi hanya karena untuk jaga nama daerah. Kita evaluasi bersama untuk mencari jalan terbaik untuk mendukung program pembangunan bagi masyarakat NTT tercinta,” tegas Lebu Raya. (yon) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s