Perlu Insentif Bagi Aparat Hukum

JAKARTA–MICOM: Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun melontarkan wacana pemberian insentif bagi aparat hukum yang berhasil mengembalikan uang negara hasil korupsi. Menurutnya, ini bukan hal yang baru, mengingat sebelumnya PLN selama ini melakukan hal tersebut kepada petugasnya. Diharapkan, hal ini dapat menjadi penyemangat petugas agar para petugas dapat mengambil uang hasil korupsi secara hukum dengan intensif.

Gayus yang berasal dari Fraksi PDIP mengakui hal ini memang bakal memunculkan pro dan kontra. Namun, ia menilai selama ini belum ada remunerasi bagi KPK, Kejagung, dan Polri.

“Semua kebijakan begitu, tapi saya pikir ini bisa memunculkan semangat petugas untuk tidak main mata dan aparat bisa didorong semangatnya untuk tidak main mata dengan para koruptor,” kata Gayus di Jakarta, Minggu (14/11).

Secara terpisah, Ketua Dewan Pengurus Transparency International (TI) Indonesia Todung Mulya Lubis menegaskan perlunya keberanian politik dari pemerintah untuk melakukan terobosan-terobosan.

“Pemerintah harus meminta kepada hakim-hakim, melalu MA, untuk bersikap tidak kompromistis terhadap koruptor dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya bagi koruptor dan memiskinkan mereka,” tukas Todung.

Pemerintah tidak perlu takut dituding melakukan intervensi. Sebaliknya, politik hukum pemerintah harus bisa memperlihatkan kepada ketua MA dan publik atas retorika mereka. Soal apakah hakim akan melakukannya, itu urusan kedua. Tetapi bagaimana mungkin mengharapkan keberanian dari penegak hukum kalau tidak ada keberanian politik dari pemerintah?

Todung mengingatkan, pemiskinan koruptor dapat menciptakan ketakutan tersendiri. Kalau tidak, koruptor yang dihukum di penjara masih bisa menikmati kekayaannya begitu keluar. Itu tidak membuat banyak orang jera, tutur praktisi hukum senior itu, karena jumlah korupsi besar sekali sementara hukumannya sangat ringan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s