Pemkab Sepakati Kontrak dengan KAL

ANAMBAS- Pemerintah Kabupaten Anambas dalam waktu dekat memastikan perusahaan penerbangan Kepri Air Line (KAL) melayani penumpang rute Palmatak – Tanjungpinang – Batam. Untuk pnerbangan perdananya, maskapai yang kini terikat kontrak dengan pemerintah daerah itu akan mengangkut kepulangan Jamaah Haji asal Anambas, 23 November mendatang.

“Kepri Air Line akan terbang ke Anambas untuk mengatasi transportasi di daerah ini. Insya Allah penerbangan perdananya nanti digunakan untuk mengangkut kepulangan Jemaah Haji asal Kabupaten Anambas,” kata Tengku, Kamis (11/11).

Tengku menjelaskan, maskapai penerbangan KAL akan terbang 6 hari dalam seminggu sesuai rute yang telah disepakati, yakni dari Senin sampai Sabtu, dengan pola, 4 hari penerbangan rute Tanjungpinang, dan 2 hari rute Batam.

Ditanya seberapa banyak jumlah armada KAL yang akan melayani penerbangan ke Anambas, Tengku belum dapat memastikan jumlah armada yang dibutuhkan.

“Saat ini kita bersama DPRD Anambas sedang mempersiapkan kontrak untuk mengatasi krisis transportasi udara dengan maskapai penerbangan KAL,” jelasnya.

Pemkab Anambas, kata Tengku, menyepakati sistem kontrak dengan perusahaan penerbangan KAL dengan memberikan subsidi dalam bentuk block seat. Artinya, jika jumlah seat yang disediakan tidak terpenuhi dengan jumlah penumpang, maka pemerintah daerah yang akan mensubsidi KAL. Sebaliknya, jika semua seat terpenuhi, Pemkab Anambas mendapatkan bonus dari KAL.

“Jika pada break even point mereka mendapatkan keuntungan, maka Pemerintah Kabupaten Anambas akan mendapatkan bonus,” terang Tengku.

Tengku berharap, apabila transportasi di Anambas kembali lancar, maka daerah ini dipastikan  dapat berkembang dengan pesat, baik dari segi perekonomiannya serta didukung oleh keinginan para investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Anambas.

Seperti diketahui, kurang lebih tiga bulan lamanya transportasi udara di Kabupaten Anambas terhenti setelah maskapai Riau Air Line (RAL) yang selama ini melayani penerbangan Tanjungpinang – Matak tidak lagi beroperasi.

Kondisi tersebut menyebabkan daerah penghasil minyak dan gas (Migas) ini terisolir, sehingga  layanan transportasi hanya menggunakan Kapal Pelni. Namun beberapa bulan belakangan, setelah melakukan kerja sama dengan pengelola ferry cepat VOC Batavia, transportasi di Anambas tidak ada gangguan. (hk/yd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s