Kaltim Perlu Kembangkan Agroindustri

SAMARINDA, TRIBUN – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke depan perlu mengembangkan sektor agroindustri dan tidak hanya mengandalkan migas dan pertambangan.

“Masa depan Kaltim tidak boleh bergantung pada sumber daya alam (SDA). Kaltim harus memiliki sumber pendapatan alternatif yang mempertimbangkan sisi keberlanjutan di antaranya adalah pengembangan  agroindustri,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim  H Rusmadi di Samarinda, Jumat (12/11).

Namun, menurut dia dalam pengembangan agroindustri diperlukan biaya sangat besar. Pengembangan agroindustri di kawasan Maloy, Kabupaten Kutai Timur saja masih membutuhkan dana sekitar Rp 16 triliun.

Sementara program pembangunan yang dijalankan Pemprov Kaltim tidak hanya terfokus pada kawasan Maloy saja, namun masih banyak daerah lain yang juga memerlukan sentuhan pembangunan.

Untuk itu, dia berharap peran serta anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Kaltim agar turut memperjuangkan pembiayaan dari APBN, mengingat kemampuan daerah yang sangat terbatas dalam pengermbangan sejumlah potensi yang ada.

Dia mengatakan Kaltim memiliki potensi pertanian sangat besar, karena itu harus mampu memberi nilai tambah dari hasil pertanian tersebut. Hal itu akan bisa dicapai hanya dengan pengembangan agroindustri.

Mewujudkan konsep agroindustri, menurut dia tidak mudah, karena diperlukan alokasi anggaran besar.

Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy yang dipersiapkan menjadi bagian terpenting dari konsep agroindustri, sedangkan dana yang dibutuhkan berkisar Rp16 triliun, sementara pendanaannya tidak mungkin hanya dilakukan oleh Pemprov Kaltim.

Anggaran besar tersebut digunakan antara lain untuk pembangunan infrastruktur dan membangun berbagai fasilitas pendukung.

“Atas besarnya anggaran yang dibutuhkan inilah, sehingga kami memerlukan bantuan rekan-rekan yang duduk di DPD RI,” kata Rusmadi.

Sementara Anggota DPD RI asal Kaltim, Bambang Susilo mengatakan, kerjasama dan koordinasi dengan Pemprov Kaltim sudah berjalan baik.

Secara umum, DPD RI mendukung program pembangunan jangka panjang yang dirancang Pemprov Kaltim.

“Saya salut dengan program Pemprov Kaltim, baik yang jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Program pertanian dalam arti luas dan konsep agroindustri itu dirancang untuk mengantisipasi berakhirnya kejayaan sumber daya alam, tentu kami sangat mendukungnya,” kata Bambang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s