DPRD Makassar, Setahun dalam Kemandulan

SATU tahun pertama, legislator yang menguni Kantor DPRD Makassar belum mampu menorehkan prestasi yang patut dibanggakan. Malah, cerita miring seputar sepak terjang mereka kian bising.

Sejumlah aspirasi mayarakat yang membutuhkan respon cepat dari mereka pun tak menentu. Aspirasi masyarakat itu laksana tertutu[p rapat di laci para anggota dewan yang terhormat. Ditampung.
Tercatat sejak dinobatkan, 8 September 2009, belum satupun produk inisiatif yang mereka lahirnya. Mandul.
Beberapa program legislasi (proleg) daerah yang direncanakan Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kota Makassar di tahun 2010 pun terbengkalai. Ini sudah mustahil terwujud mengingat sisa waktu yang ada di 2010.
Proleg rancangan perundangan daerah (ranperda) Ruang Terbuka Hijau (RTH), ranperda fasilitas umum dan fasilitas social (fasum-fasos), ranperda menara telekomunikasi, dan ranperda rumah kost pun mandeg di tengah jalan.
Wakil Ketua Baleg DPRD Kota Makassar Irwan berdalih, memang tidak ada aturan yang mengikat dewan harus menyelesaikan perda sejumlah tertentu dalam satu tahun.
“Ini sebenarnya lebih pada komitmen moral anggota dewan badan legislasi sebagai salah satu alat kelengkapan dewan. Awalnya kami bersemangat menyelesaikan empat perda dalam satu tahun, hanya saja dalam perjalanannya banyak kendala baik waktu maupun fokus,” kata legislator PKS tersebut kepada Tribun, Sabtu (13/11).
Mirisnya lagi, ranperda RTH yang sejatinya telah dibentuk panitia khusus untuk menggodog legal drafting-nya pun ikut terabaikan.
Padahal, serangkaian proses lahirnya perda RTH mulai dari melakukan konsultasi dengan para ahli, konsultasi dengan depdagri, hingga kunjungan kerja ke sejumlah daerah yang telah menerapkan RTH telah dilakukan untuk “proyek” ini.
Ekonom Unhas, Dr Hamid Paddu, pun tak bisa berkata banyak saat ditanya soal kinerja DPRD Makassar. “Belum banyak yang bisa kita nilai. Mungkin karena mereka baru setahun jadi masih dalam proses belajar,” ujar Hamid sedikit bercanda.
Di balik “kebisuan” Hamid itu, tersita betapa waktu setahun telah berlalu tanpa makna di gedung mewah di Jl AP Pettarani, Makassar, itu. Tak ada yang bisa dinilai karena mungkin belum ada yang berarti dan layak nilai telah mereka lakukan. (syekhuddin/as kambie)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s