Bupati Siap Bela Pejabat yang Terlibat Kasus Korupsi

TEMPO Interaktif, PAMEKASAN – Bupati Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kholilurochman menegaskan akan memback-up sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku.

“Kalau bukti keterlibatannya tidak dilengkapi data akurat, saya akan bela. Semua pejabat akan saya bela selama tidak cukup bukti,” katanya kepada wartawan, Senin (15/11).

Menurut Kholil pembelaan akan diberikan hanya dalam bentuk memberikan masukan dan dukungan dan bukan menyediakan pengacara. “Kalau memang buktinya kuat, tidak akan saya bela,” ujarnya pula.

Bupati meminta Kejaksaan Negeri Pamekasan melakukan pemeriksaan secara cermat demi menegakkan kebenaran. Kholil menilai selama ini niat penegakan hukum terkesan untuk menghukum seseorang, bukan untuk menegakkan kebenaran. Namun dia enggan menjelaskan lebih jauh maksud pernyataan tersebut.

“Saya melihat arah pokoknya menghukum seseorang. Mestinya tidak begitu, tapi menegakkan kebenaran,” ucapnya.

Bupati menilai kasus dugaan korupsi pengadaan buku tahun 2006 yang melibatkan pejabat penting di Dinas Pendidikan Pamekasan tidak menciderai pemerintah. Itu sebabnya bupati mengatakan status tersangka masih mungkin berubah.

Kasus dugaan korupsi dana Ad Hoc senilai Rp 1,9 miliar untuk pengadaan buku perpustakaan di 40 lembaga pendidikan terungkap setelah kejaksaan menerima laporan dari sejumlah sekolah penerima bantuan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rahmat Dharma beberapa waktu lalu menjelaskan, sejumlah sekolah protes karena ternyata buku yang disalurkan ternyata untuk tingkat sekolah dasar, padahal sekolah penerima setingkat SMP dan SMA.

“Setelah ditelusuri, ternyata penunjukan rekanan pengadaan buku dilakukan secara langsung, bukan melalui tender,” paparnya.

Kasus ini sempat mandek tahun 2008. Kemudian dibuka lagi tahun 2010. Kejaksaan kemudian menetapkan enam tersangka. Tiga di antaranya adalah pemilik perusahaan rekanan pengadaan buku. Adapun tiga lainnya pejabat Dinas Pendidikan.

Rahmat menolak menjelaskan identitas para tersangka. Mereka juga belum dikenakan penahanan. MUSTHOFA BISRI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s