Kejaksaan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Air Bawah Tanah

TEMPO InteraktifMALANG – Kejaksaan Negeri Kepanjen di Kabupaten Malang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek air bawah tanah senilai Rp 900 juta yang dikerjakan Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

Kepala Seksi Pidana Khusus Nurhadi Puspandoyo menjelaskan, kedua tersangka tersebut adalah Ali Sobirin, Kepala Bidang Manfaat, serta Sofyan Mulyawan, rekanan Dinas ESDM. Berita acara pemeriksaan (BAP) kedua tersangka sudah lengkap atau P-21. “Kami segera limpahkan kepada jaksa penuntut umum agar segera disidangkan,” kata Nurhadi, Rabu (10/11).

Nurhadi mengatakan, anggaran Rp 900 juta berasal dari dana bagi hasil cukai tahun 2009 yang dialokasikan untuk proyek uji air bawah tanah (ABT) di sejumlah pabrik rokok.

Namun, berdasarkan keterangan dari beberapa saksi, diketahui perusahaan milik Sofyan Mulyawan yang memenangkan tender ternyata fiktif. Sofyan pun disangka mencatut nama perguruan tinggi di Kota Malang sebagai konsultan proyek. Selain itu, Sofyan masih memiliki hubungan kerabat dengan Ali sehingga memungkinkan Sofyan memenangkan tender proyek tersebut.

Selain kasus korupsi proyek ABT, kejaksaan juga membidik Kepala Dinas ESDM Didik Mulyanto dan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat dalam dugaan korupsi proyek biogas fiktif. Nilai kerugian di proyek biogas fiktif ini sedang dipelajari sehingga kejaksaan belum bisa memanggil orang-orang yang disangka terlibat. ABDI PURMONO.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s