Citi: Pengusaha Mikro Indonesia Tahan Banting Meski Krisis

TEMPO InteraktifJakarta – Pengusaha-pengusaha ultra mikro di Indonesia dinilai memiliki ketahanan kuat dalam menghadapi situasi krisis global. Salah satunya, karena sistem pengamanan aset bersama oleh anggota dalam satu kelompok alias tanggung renteng.

“Pengusaha-pengusaha yang berada di tingkat ultra mikro ini memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapai situasi krisis global, sehingga berperan penting untuk terus menggerakkan perekonomian nasional,” kata Ketua Usaha Kecil dan Menengah-Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, seperti dikutip dalam rilis Citi Indonesia hari ini (10/11).

Citi Indonesia, dalam rilisnya menyatakan, dalam program Citi Micro Enterpreneurship Awards (CMA) selama enam tahun, telah ditemukan fakta bahwa pengusaha mikro Indonesia cenderung mengembangkan usahanya dengan menerapkan sistem tanggung renteng, dibanding dengan sistem simpan-pinjam perorangan.

Tanggung renteng dijelaskan sebagai suatu sistem pembayaran yang memuat tanggung jawab bersama, serta pengamanan aset di antara anggota dalam satu kelompok usaha. Model bisnis tanggung renteng ini, dinilai sebagai faktor penting dalam mendorong pertumbuhan pengusaha mikro lokal secara berkelanjutan. Khususnya, para pengusaha perempuan.

Karena itu, dalam data yang dibeberkan Citi Indonesia, perkembangan usaha mikro di Indonesia memiliki tren positif. Pertumbuhannya unit usahanya melaju 2,69 persen pada 2006-2008. Sementara itu, kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga tak kalah tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik 2009, UMKM menyumbangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 1.505,308 triliun. Atau sebesar 30,30 persen.

Kontribusi usaha mikro ini juga berimbas pada penciptaan lapangan kerja baru. Dari data BPS, disebutkan bahwa usaha mikro menyerap 83.647.711 pekerja. Atau sekitar 86,89 persen tenaga kerja. Dengan kenaikan sekitar 2,26 persen selama 2006-2008.

Menurut Country Bisnis Manager Institusional Clients Group City Indonesia Tigor M Siahaan, menyatakan, usaha mikro memang mampu menjadi instrumen dalam pengembangan, maupun pemulihan pertumbuhan ekonomi. “Karena itu, pengembangannya di Indonesia memiliki peran signifikan bagi ekonomi negara,” katanya. Dan tumbuh kembangnya usaha mikro di berbagai daerah, secara aktif turut mendorong pertumbuhan daerah tersebut. Termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan, dan terbukanya kesempatan usaha di berbagai bidang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s