Capai Target Pertumbuhan, Penyerapan Anggaran harus Dipercepat

JAKARTA–MICOM:Pertumbuhan ekonomi 2010 dinilai sulit untuk melampaui angka 6 persen dikarenakan lambatnya penyerapan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Hingga akhir Oktober 2010, penyarapan baru sebesar R 732,315 triliun atau 65 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono di Jakarta, Kamis (12/11).

Tony menuturkan, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2010 yang sebesar 5,8% jauh dari ekspektasi, yaitu sebesar 6%.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Tony meminta pemerintah tidak memiliki Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA). Seperti diketahui, SILPA tahun 2009 mencapai Rp38 triliun. Dan untuk tahun ini Tony memperkirakan SILPA bisa mencapai Rp50 triliun.

“Untuk itu pemerintah segera merealisasikan penyerapan anggarannya di dua bulan terakhir ini jika ingin pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun terealisasi hingga di atas enam persen,” ujarnya.
Dikatakannya, bahwa pemerintah kelihatan bingung untuk mengefektifkan penyerapan anggaran, dimana sebenarnya masih ada program yang masih harus segera direalisasikan, terutama untuk infrastruktur.

“Maksud saya adalah kok pemerintah gak mampu serap APBN yang sudah tersedia. Tapi di sisi lain, itu mau bikin subway atau monorel saja susahnya minta ampun, ini ironis, monorel saja tidak bisa tapi anggaran ada sisa. Jadi kita sebenarnya punya potensi tapi tidak bisa dijabarkan jadi realisasi. Jadi di bulan tersisa ini kita harus bisa mengejar yang bisa di-manage,” ujarnya. (OL-9)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s