2011, APBD Anambas Diusulkan Rp860 Miliar

ANAMBAS- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas  mengusulkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2011 sebesar Rp860 miliar.  Angka tersebut jauh melonjak dari APBD tahun 2010 yang hanya sebesar Rp619 miliar atau naik 18,6 persen.

“Ada tiga sektor yang menjadi sumber APBD 2011, diantaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dana perimbangan dan lain-lain,” kata Bupati Anambas, Drs Tengku Mukhtaruddin saat menyampaikan pidato Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (12/11).

Tengku mengatakan, APBD Kabupaten Kepulauan Anambas termasuk APBD yang sehat. Hal itu terlihat dari peningkatan yang terjadi dari tahun ke tahun. Selain itu karena 64 persen APBD tersebut dipergunakan untuk belanja publik, dan sisanya untuk belanja rutin.

Dijelaskan Tengku, bahwa sisa lebih Silpa pada tahun 2010 juga mengalami peningkatan  sekitar Rp180 milyar. Kondisi itu disebabkan karena banyaknya proyek fisik yang tergolong  besar tidak dilaksanakan karena sempitnya waktu pengerjaan proyek tersebut.

“Silpa naik sebesar 284 persen dari tahun lalu,” jelas Tengku.

Lebih jauh Tengku menyampaikan, untuk tahun 2011 mendatang, program kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama Pemkab Anambas, selain infrastruktur fisik dan pembangunan fasilitas pemerintahan. “Mengingat dana yang terbatas, tentu ada yang dijadikan prioritas utama dalam pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Amat Yani menyarankan, progres yang lebih baik untuk diajukan pemerintah daerah kepda DPRD pada tahun 2011 mendatang yakni pembahasan KUA-PPAS. Dalam pengajuannya nanti akan dibahas bersama-sama sesuai dengan perencanaan.

“Yang kita inginkan adalah hasilnya berpengaruh signifikan dan membawa dampak positif bagi pembangunan dan perkembangan di Kabupaten Kepulauan Anambas,” jelas
Yani.

Pada rapat paripurna tersebut Bupati Anambas Tengku Mukhtaruddin juga menyerahkan buku KUA-PPAS kepada Ketua DPRD, Amat Yani. Hadir dalam rapat paripurna selain Bupati Wakil Bupati, pimpinan dan anggota DPRD, Muspida, Uspika, tokoh agama dan masyarakat.

Namun pada Rapat tersebut, dua anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Arzam dan Acok Baso tidak diundang hal ini. Ketika datang, kedua angota dewan itu baru diketahui bahwa ada rapat paripurna. Hal tersebut jelas membuat berang Acok dan Arzam.

Arzam sendiri merupakan anggota Tim Panggar DPRD Kabupaten Anambas. Sedangkan Acok merupakan Ketua Banleg DPRD sekaligus anggota Komisi I.

“Saya dapat undangan ketika sampai di kantor DPRD. Tapi pakaian seragam yang saya kenakan bukan seragam seperti undangan lainnya,” protes Arzam. (hk/yd)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s