1 Januari 2011, BPHTB Resmi Menjadi Pajak Daerah

TRIBUNNEWSBATAM, BINTAN – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kabupaten Bintan menyebutkan mulai 1 januari tahun 2011, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) resmi menjadi pajak daerah. Hal ini diungkapkan Kelapa KKP Pratama Bintan, Dessy Eka Putri usai memberikan sosialisasi tentang arti pentingnya pajak dan manfaat dari pajak itu sendiri.

Disebutkannya, pengalihan BPHTB kepada pemerintah Kabupaten Bintan adalah sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, awalnya hak pemungutan sumber pendapatan itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“1 Januari secara otomatis BPHTB langsung dikelolah daerah,” kata dia.

Tidak saja BPHTB, bahkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) perkotaan dan pedesaan juga akan dialihkan ke Pemerintah Daerah. “Namun untuk PBB dikelolah daerah minimal tahun 2013 atau 2014,” ungkapnya.

Dessy kembali mengungkapkan, selama pengalihan itu, pemerintah pusat melalui Kanwil Ditjen Pajak Kepuluan Riau dan KPP Pratama Bintan akan tetap berusaha memfasilitasi dan membantu Pemkab Bintan agar pelaksanaan pemungutan pajak baru itu berjalan baik.

Kontribusi BPHTB dan PBB merupakan sumber PAD yang sangat diperlukan pemerintah daerah dalam menunjang pembangunan baik fisik maupun non fisik, untuk itu Dessy meminta agar kepada Pemkab Bintan, melalui Bupati hingga jajarannya dibawahnya seperti Camat, Lurah serta Kepala Desa  dan notaris yang bertugas di wilayah Bintan agar dapat menghitung secara benar pajak BPHTB sesuai ketentuan berlaku sebelum penandatanganan akta tanah dan BPHTB-nya kemudian disetor ke kas daerah Pemkab Bintan.

“Kita harap Bupati bisa secepatnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan kita dari pihak KPP Pratama Bintan siap membantu,” ujar dia

Iklan

One response to “1 Januari 2011, BPHTB Resmi Menjadi Pajak Daerah

  1. Iyus Kadarrusman

    PEMERINTAH BUKAN PERUSAHAAN
    UU No.28 Tahun 2009 soal pungutan BPHTB

    Redaksi Yth,
    Repot apabila Pemerintah berorientasi pada Rugi Laba bukan berorientasi pada pelayanan., hal ini sehubungan dengan diberlakukannya UU No.28 Tahun 2009, bahwa per tanggal 01 januari 2011 pemungutan BPHTB (Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang semula dipungut oleh Pemerintah Pusat, beralih dipungutnya oleh Pemerintah Kab/Kota sesuai Objek Pajak berada, sampai dengan surat ini dibuat di Kota Bandung PPAT belum bisa melaksanakan transaksi pembuatan Akta Jual Beli (AJB), dikarenakan BPN Kota Bandung menolak menerima berkas AJB untuk memproses pengalihan haknya, apabila pembayaran BPHTB nya belum divalidasi oleh Pemda Kota Bandung.
    Sementara Pemda Kota Bandung belum siap menerima BPHTB, katanya payung hukum dan sistemnya masih digodok, akibatnya saat ini masyarakat yang hendak bertransaksi jual beli tanah & bangunan menjadi terhenti, hal ini berdampak pada stagnannya perekonomian.
    Seharusnya Pemda Kota Bandung dan BPN Kota Bandung menyadari dan mampu memberikan pelayanan yg baik kepada warga masyarakatnya, karena Pemerintah bukanlah Perusahaan tapi tempat pelayanan rakyatnya.
    Bapak Walikota Bandung seringkali mengemukakan bahwa, Pemerintah Kota Bandung senantiasa bekerja keras untuk memberikan pelayanan yg terbaik kepada warga masyarakatnya, kenyataannya sudah sebulan ini sepertinya kacau balau.
    Dalam kesempatan ini, saya memohon pihak-pihak terkait jangan menghambat perekonomian yang sedang ngos-ngosan agar tetap dinamis, dan bagaimana caranya agar transaksi di PPAT Kota Bandung dapat berjalan kembali seperti biasanya, sambil menunggu payung hukum berupa Perda dan Sistemnya yang masih sedang digodok.
    Apa tidak ada pengaturan untuk masa peralihannya ini !!!
    Apa tidak bisa aturan lama kita gunakan dulu !!!
    Tolonglah.. Pemda Kota Bandung dan BPN duduk bersama, jangan rakyat dikorbankan begini.. gara-gara masalah BPHTB ini, kini banyak investasi dan usaha yang terbengkalai…
    Pada hakekatnya rakyat akan menuruti apapun yang diputuskan oleh para pemimpinnya, selagi untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama.
    Kepada redaksi saya ucapkan terimakasih, atas dimuatnya tulisan ini.

    Bandung, 01 Februari 2011

    Iyus Kadarrusman
    email: ikadarrusman@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s