Kejati Kepri Kembali Usut Korupsi Jodoh Boulevard

TRIBUNNEWSBATAM, TANJUNGPINANG–  Dugaan Korupsi Pembangunan Jodoh Boulevard, yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Batam masih mengendap. Penyidik kejaksaan sejak menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut, seakan menghilang dan tidak bekerja.

Hal itu diakui oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Jhoni Ginting SHMH, Kamis (4/11). Namun mengendapnya kasus tersebut menurut Jhoni dikarenakan kurangnya jumlah penyidik di Kejari Batam.

Menurut Jhoni penyidik yang ada saat ini sedang terfokus untuk menyelesaikan kasus dugaan korupsi bantuan dana social di Sekretariat Pemko Batam. “Kasus ini bukan kita endapkan atau hilangkan, namun penyidik masih berkonsentrasi menyelesaikan korupsi bansos,” kata Jhoni.

Dia mengatakan penyidik masih kurang di Kejari Batam, sedangkan saksi yang diperiksa dalam kasus bansos tersebut lebih dari 100 saksi.

Namun Jhoni berjanji setelah kasus Bansos selesai ditangani dan dilimpahkan ke Pengadilan, pihaknya akan memproritaskan dugaan korupsi Pembangunan Jodoh Boulevard.

“Kasus yang menjadi tungakan ini menjadi prioritas kita, dan secepatkan dilanjutkan setelah Bansos selesai,” kata Jhoni yang baru sebulan lebih memegang tampuk pimpinan kejaksaan di Kepri.

Dalam kesempatan itu Jhoni mengaku belum mendapat laporan penyeluruh terhadap tugangakan kasus korupsi di Kepri. Jhoni mengaku akan memperlajari dan bersedia menerima masukan dan kritikan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk informasi dari pemberitaan.

“Kita terima masukan dan kritikan yang berguna untuk membangun dan memperbaiki kinerja Kejaksaan,” ujar Jhoni.

Proyek Jodoh Boulevard di kawasan Tanjungpantun, Jodoh dikerjakan sejak 1 September 2007, dan sesuai jadwal yang ditetapkan, yakni 120 hari. Proyek tersebut seharusnya sudah selesai pada 31 Desember 2007 silam.

Sampai waktu yang ditentukan, ternyata proyek senilai Rp 3,2 miliar yang dipercayakan kepada kontraktor PT Rosa Lisca, tidak selesai. Sejauh ini, proyek Boulevard belum bisa difungsikan secara utuh karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Seperti gerbang masuk, taman dan akses jalan masih tertutup, bahkan lokasi tersebut saat ini sudah terbengkalai.

Editor : dedy suwadha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s