Mark Up Nilai Obat, Kejati Sumut Tahan Tiga Tersangka

TEMPO InteraktifMedan -Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka kasus dugaan mark up atau pengelembungan nilai pengadaan obat dan perbekalan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan, anggaran 2007. Ketiganya resmi dijadikan tersangka dan ditahan usai menjalani pemeriksaan, Kamis (4/11) sore.

“Untuk saat ini data dan bukti mengarah pada ketiganya,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut, Erbindo Saragih. Untuk tersangka lainnya, Erbindo menyatakan lebih berpatokan pada data dan bukti yang ada. “Jawaban saya, pada data dan bukti yang ada, mengarah kepada siapa. Itu saja,” ujarnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati, Edi Irsan, mengungkapkan, mereka yang ditahan adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kristian Hondro, Berektus Manao selaku panitia pengadaan, dan pemenang pengadaan Rianda Kendy Damanik dari PT Safeta. Perusahaan ini menjadi rekanan Dinas Kesehatan atas penunjukkan langsung.

Edi menuturkan, dari hasil penyidikan Kejaksaan, nilai kerugian mencapai Rp 2,5 miliar. “Dari Rp 3,5 miliar nilai PAGU dalam pengadaan,” kata Edi.

Soal penunjukkan langsung terhadap perusahaan, PT Safeta. Edi mengungkapkan, penunjukkan itu tidak memperhatikan dan mengacu Keptusan Menteri Kesehatan Nomor 521/Menkes/VII/2007. “Dan bertentangan juga dengan perubahan ketujuh Kepres No 8/2007 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa,” katanya. Tapi, lanjut Edi, “Mereka mengacu pada keputusan Bupati Nias Selatan No 050/10/2007.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s