Polisi Ciduk Calo PNS di Pamekasan

TEMPO InteraktifPamekasan – Anggota Satuan Reserse Kriminal Kepolsian Resor Pamekasan, Jawa Timur, akhirnya berhasil menangkap Abdul Qowi, pegawai kantor Kementrian Agama Pamekasan yang menjadi calo rekrutmen Pegawai Negeri Sipil. Qowi yang diduga menipu 85 orang guru asal Kabupaten Sumenep dengan menerbitkan surat kelulusan tes PNS palsu ditangkap di rumahnya di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kamis (3/11), siang tadi.

“Sekarang yang bersangkutan masih diperiksa, tunggu saja perkembangannya,” kata Kepala Satreskrim Polres Pamekasan, Iptu Mohammad Nur Amin, Kamis (3/11), di Markas Polres Pamekasan.

Menurut Nur Amin, penangkapan Qowi yang dipimpin langsung Wakil Kepala Polres Pamekasan Komisaris Mulyadi berjalan lancer. Qowi yang mengenakan baju batik motif biru putih kombinasi hitam tidak berkutik saat diminta polisi ikut dibawa ke kantor polisi. “Tidak ada kendala dalam menangkap Qowi,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, polisi telah mendatangi rumah Qowi, namun dia tidak ada di rumah. Sejumlah tetangganya mengatakan, Qowi sedang pergi keluar kota. Qowi yang sehari bertugas sebagai Pengawas Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Galis, sejak Kamis pekan lalu juga tidak masuk kantor.

Karena jengkel, Kepala Polres Pamekasan Ajun Komisaris Besar Andjar Gunadi sempat mengancam akan memasukkan Qowi ke dalam daftar pencarian orang jika dia terus bersembunyi. Sejak saat itulah, polisi menempatkan sejumlah petugas untuk mengawasi rumah Qowi. “Kasus ini serius, pemeriksaan harus intensif,” tambah Nur Amin.

Kasus penipuan CPNS itu terbongkar setelah Kamis pekan lalu, puluhan guru asal kabupaten Sumenep mendatangi Badan Kepegawaian Daerah Pamekasan guna menanyakan keabsahan surat kelulusan sebagai PNS yang diberikan Qowi. Para guru tersebut kecewa karena ternyata pihak Badan Kepegawaian Daerah tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.

Misrawi, salah satu korban, menuturkan, total guru yang menjadi korban Qowi berjumlah 85 orang, 70 diantaranya berasal dari wilayah Kepulauan Sumenep. Agar lulus tes PNS, Qowi meminta para korbannya menyetorkan uang Rp 40 juta untuk guru lulusan D-2 dan Rp 50 juta untuk lulusan strata 1.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s