Pengusaha Minta Kemudahan dalam Investasi Energi Terbarukan

TEMPO InteraktifJakarta – Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Hilmi Panigoro menyatakan akan sulit untuk mewujudkan target pangsa pasar energi baru terbarukan sebesar 25 persen pada 2025. “Jangankan 25 persen, 17 persen saja masih tertatih-tatih,” ujar Hilmi di Jakarta, Selasa (02/11). Namun, menurut Hilmi, yang juga Presiden Direktur PT Medco Energi International, tetap menghargai keinginan pemerintah dalam meningkatkan target tersebut. “Intinya nanti bagaimana usaha pemerintah supaya visi 25 ini dapat tercapai,” katanya.

Hilmi memaparkan, agar target 25 persen tersebut bisa tercapai, pemerintah sebaiknya mulai menciptakan lingkungan investasi energi terbarukan yang semakin kondusif bagi investor agar terus meningkat dan mampu mewujudkan visinya.

“Seperti di Singapura, saat ini pabrik yang menggunakan panel surya dibebaskan pajak selama 20 tahun. Di Thailand, untuk biofuel pemerintahnya memberikan insentif yang menarik. Semua untuk memancing investasi dan bisa ditiru Indonesia,” tutur Hilmi.

Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Luluk Sumiarso, menargetkan pangsa energi baru terbarukan hingga sebesar 25 persen sampai 2025. Target tersebut naik dibandingkan target sebelumnya sesuai Peraturan Presiden sebesar 17 persen.

Target yang kemudian disebut sebagai visi Energi 25/25 tersebut, menurut Luluk, menekankan kepada dua hal penting, yaitu upaya konservasi energi di sisi pemanfaatan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi nasional, dan upaya diversifikasi energi di sisi penyediaan dengan mengutamakan energi baru terbarukan.

Dalam rangka mencapai visi 25/25 tersebut, Luluk merancang sebuah peta jalan untuk mensinkronkan kinerja dari cluster-cluster di wilayah energi baru terbarukan yang meliputi nuklir, coalbed methane, gasified coal, liqufied coal, hidrogen, panas bumi, air, bio energi, energi surya, energi angin, dan energi samudera.

Namun, Luluk belum bisa memaparkan komposisi pencapaian dari target 25 persen itu. “Saat ini masih dikembangkan di DEN (Dewan Energi Nasional). Apa pun itu posisinya baik. Pokoknya kita berlomba-lomba saja untuk saling mengisi,” katanya.

GUSTIDHA BUDIARTIE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s