Masyarakat Kiarapandak Produksi Listrik Sendiri

TEMPO InteraktifBogor-Masyarakat di Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bisa memenuhi kebutuhan listriknya secara mandiri dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Cikatomas.

Pembangkit listrik berkapasitas 6 ribu watt ini dibangun dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat. “Pembangkit listrik mikro hidro termasuk non konvensional. Pembangkit ini bisa dikembangkan swadaya,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh saat mengunjungi PLTMH Cikatomas di Kabupaten Bogor hari ini.

Meski menggunakan teknologi yang sederhana, kata Darwin, PLTMH Cikatomas mampu menghasilkan listrik yang tidak kalah dengan listrik yang dihasilkan oleh PT PLN (Persero). “Listrik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan kegiatan produktif lainnya.”

Selama ini Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih rendah. Kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air skala besar adalah 4.200 megawatt, sementara listrik skala mini dan mikro sebesar 215 megawatt. “Secara total, potensi listrik mikro hidro tidak terlalu besar. Seluruh Indonesia hanya sebesar 5 megawatt. Ini dapat dikembangkan masyarakat untuk keperluan sendiri,” ujar Darwin.

Darwin mengatakan, pemerintah akan mendorong dan membesarkan hati orang-orang yang turut mengembangkan potensi energi baru terbarukan ini. “Melalui program Listrik Pedesaan dan Desa Mandiri Energi,” ujarnya. “Jadi masyarakat jangan terus tergantung pada energi non renewable.”

MAHARDIKA SATRIA HADI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s