Australia Beri Bantuan Aus$ 2,1 Juta untuk Rehabilitasi Daerah Tertimpa Bencana

Jakarta – Atas nama rakyat Australia, PM Julia Gillard menyampaikan simpatinya terhadap para korban bencana alam di Indonesia. Mengingat kerusakan yang terjadi cukup besar, Australia menambah nilai bantuannya untuk rekonstruksi dan rehabilitasi. Hal ini disampaikan PM Gillard dalam sesi keterangan pers bersama Presiden SBY. Sesaat sebelumnya dua kepala pemerintahan mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/11/2010).

“Saya sampaikan bahwa kepada Bapak Presiden, bahwa kami akan menambah nilai bantuan untuk pemulihan dari Aus$ 1,1 juta jadi Aus$ 2,1 juta,” ujar Gillard.

Bantuan lain yang dia umumkan dalam kesempatan sama adalah untuk bidang pendidikan senilai Aus$ 500 juta. Bantuan yang pencairannya dilakukan secara bertahap selama lima tahun itu diperuntukkan bagi peningkatan kualitas pendidikan 2.000 sekolah umum dan 1.500 sekolah Islam se-Indonesia sesuai standar nasional Indonesia.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada rakyat Indonesia atas perhatian dan bantuannya saat kami menghadap musibah bencana alam dan kebakaran semak-semak yang dahsyat beberapa waktu lalu,” sambung Gillard.

Rasa terimakasih juga dia sampaikan atas capaian dalam kerjasama yang terjalin dalam perang melawan terorisme. Gillard menyampaikan rasa simpati dan penghargaan yang tinggi kepada jajaran Polri yang  kehilangan anggotanya dalam perang melawan terorisme.

Mengenai kerjasama ekonomi dua negara, menurutnya, telah berkembang luas dan saling menguntungkan, baik dalam perdagangan dan investasi. Terlebih saat ini dua negara merupakan anggota APEC dan G20 yang merupakan forum penting dalam tata ekonomi global dewasa ini.

Di bagian akhir sambutannya, PM Gillard tidak lupa menyinggung nasib sejumlah warga negara Australia yang menjalani hukuman penjara di Indonesia. Dia berharap Presiden SBY berkenan mengabulkan grasi yang dimohonkan Schapelle Corby dan keringanan bagi Renae Lawrence.

“Dalam hal ini, pemerintah Australia, berharap mereka dapat diberikan grasi,” ujarnya.

Schapelle Leigh Corby kedapatan membawa marijuana seberat 4,2 kg tak lama setelah dia mendarat di Bandara Ngurah Rai, 8 Oktober 2004. Foto model warga negara Australia dijatuhi hukuman penjara 20 tahun yang dijalaninya di LP Kerobokan, Bali.

Pada pertengahan April lalu, dia mengajukan permohonan grasi (pengampunan agar kemudian dibebaskan dari hukuman) kepada Presiden SBY. Alasan yang diajukan adalah Corby mengalami depresi berat dan menunjukkan gejala-gejala yang bisa membahayakan jiwanya.

Selain Corby, warga negara Australian yang mendekam di LP Kerobokan adalah Renae Lawrence. Anggota komplotan penyelundup heroin yang dikenal sebagai Bali Nine itu mendapatkan remisi selama 5 bulan setelah vonis hukuman mati terhadap dirinya diringankan menjadi 20 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s